Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:21 WIB

Inalum Rintis PLTA di Danau Toba, Dukung Produksi

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 6 Desember 2017 | 15:10 WIB
Inalum Rintis PLTA di Danau Toba, Dukung Produksi
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Tanjung - Dalam memproduksi alumunium, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Dalam memenuhi pasokan listrik sebagai komponen utama produksi, Inalum amat bergantung pada debit air dari Danau Toba.

Bisnis pengelolaan alumunium membutuhkan listrik tiga kali lebih besar dari pemakaian industri normal. Jika debit air dan permukaan air di Danau Toba berkurang maka pasokan listrik pun juga akan berkurang. "Di sekitar danau toba itu ada penggundulan. Kalau musim kemarau itu kita buat penghijauan. Jadi kalau kemarau debit airnya tidak turun drastis. Selain itu, teknologi juga diperbarui," kata Rozak Hudioro, General Manager SDM & Umum Inalum di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Rabu (6/12/2017).

Saat ini, Inalum memiliki dua PLTA yakni Siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang mengalirkan air danau Toba ke Selat Malaka. PLTA Tangga atau Bendungan Penadah Air Tangga (Tangga Intake Dam) terletak di Tangga dan berfungsi untuk membendung air yang telah dipakai PLTA Siguragura untuk dimanfaatkan kembali pada PLTA Tangga.

"Bendungan ini merupakan bendungan busur pertama di Indonesia. Stasiun Pembangkit Tangga memiliki 4 unit Generator. Total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 223 MW," jelasnya.

Sementara itu, untuk PLTA Siguragura atau Bendungan Penadah Air Siguragura (Siguragura Intake Dam) letaknya di Simorea dan berfungsi sebagai sumber air yang stabil untuk stasiun pembangkit listrik Siguragura.

Air yang ditampung di bendungan ini dimanfaatkan Stasiun pembangkit listrik Siguragura (Siguragura Power Station) yang berada 200 m di dalam perut bumi dengan 4 unit generator dan total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 203 MW dan merupakan PLTA bawah tanah pertama di Indonesia. [hid]

Komentar

 
x