Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:28 WIB

Mulai 8 Desember, Tarif Tol Bali Mandara Naik

Oleh : Dewa putu sumerta | Rabu, 6 Desember 2017 | 16:27 WIB
Mulai 8 Desember, Tarif Tol Bali Mandara Naik
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Per 8 Desember 2017, tarif Tol Musa Dua-Bandara Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) bakal dinaikkan. Berapa naiknya? sesuai angka inflasi di Provinsi Bali sebesar 5,89%.

Penetapan tarif tol baru ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No: 971/KPTS/M/2017, tertanggal 30 November 2017, tentang Penyesuaian Tarif Tol Bali Mandara.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Akhmad Tito Karim, mengatakan, pemberlakuan tarif baru di Tol Bali Mandara, sudah sesuai aturan, serta Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara pemerintah dengan JBT.

Kenaikan tarif, menurutnya, bertujuan untuk mempertahankan tingkat pelayanan kepada pengguna jalan tol. Di samping untuk memberikan kepastian pengembalian investasi infrastruktur jalan tol kepada investor.

"Sesuai undang-undang, pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol. Dan pendapatan tol itu yang akan digunakan untuk mempertahankan pelayanan, pengembalian investasi, pemeliharaaan, dan pengembangan jalan tol," ujar Tito di Denpasar, Selasa (5/12/2017).

Tito mengakui, sebelum penyesuaian tarif tol ini, tim dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menilai apakah Tol Bali Mandara sudah memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal). Selain itu, tim BPJT telah meminta data inflasi di wilayah Bali kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

Dan, pihak JBT telah mengusulkan penyesuaian tarif tol kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melalui BPJT berdasarkan perkiraan inflasi Provinsi Bali dalam dua tahun terakhir. Di mana, data inflasi tersebut diperoleh BPJT dari BPS Provinsi Bali.

"Berdasarkan PP 15/2005, formula penghitungan tarif baru berdasarkan tarif lama ditambah dengan inflasi. Data riil dari BPS menunjukkan bahwa selama dua tahun terakhir inflasi di Bali hanya 5,89%, sehingga BPJT mengusulkan kepada Menteri PUPR kenaikan tarif sebesar inflasi tersebut," jelas Tito.

Penghitungan tarif tol baru berdasarkan tarif lama ditambah inflasi, masih harus dilakukan pembulatan terdekat ke kelipatan Rp 500. Misalnya, tarif awal (2013) untuk motor sebesar Rp4.000, sedangkan inflasi Provinsi Bali pada 2013-2015 sebesar 10,72%. Sehingga tarif baru didapatkan dari: Rp4.000 + (4.000 x 10,72%), diperoleh angka Rp 4.428. Selanjutnya dibulatkan menjadi Rp 4.500.

"Jadi untuk motor tidak ada kenaikan tarif. Yang disesuaikan tarifnya jadi baru yaitu kendaraan roda 4 golongan I dari tarif lama Rp 11.000 menjadi Rp 11.500. Golongan II taif lama Rp 16.500 ke tarif baru menjadi 17.500. Golongan III tarif lama Rp 22.000 menjadi Rp 23.500. Golongan IV Rp 27.500 menjadi Rp 29.000. Dan golongan V tarif lama Rp33.000 menjadi tarif baru Rp 35.000," terang Tito.

Tito menjelaskan, dua tahun lalu, penyesuaian tarif tol yang dijadwalkan 1 Oktober 2015, mengalami mundur sebulan. Karena mulai diberlakukan pada 1 November 2015. Tahun ini, penyesuaian tarif tol yang seharusnya jatuh pada 1 November 2017, mundur dan baru diberlakukan 8 Desember 2017, pukul 00:00 Wita.

Sementara, Direktur Keuangan PT Jasamarga Bali Tol, Sukariyadi Rudi Meidiyanto, mengatakan, penyesuaian tarif tol tahun ini, kenaikannya hanya 4,82%. "Kenaikan ini penting artinya untuk menjaga kelaikan investasi jalan tol," ujar Rudi.

Rudi menguraikan secara rinci bahwa hasil pendapatan tol tersebut akan digunakan untuk mengembalikan pinjaman yang digunakan untuk membangun jalan tol. Biaya operasional dan pemeliharaan jalan secara rutin agar selalu bersih, rapi, aman, dan nyaman.

"Membayar biaya operasional petugas jalan tol misalnya pengumpul tol, patroli, ambulance, rescue, derek, pengaman lalu-lintas. Memelihara lingkungan hidup di sekitar jalan tol, khususnya pelestarian hutan mangrove," ungkapnya. [ipe]


Komentar

 
x