Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:05 WIB

Kalau Tol Tetap Naik. Gerindra Nilai Negara Arogan

Oleh : - | Rabu, 6 Desember 2017 | 17:36 WIB
Kalau Tol Tetap Naik. Gerindra Nilai Negara Arogan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi V DPR, M Nizar Zahro mengkritisi rencana kenaikan tarif Tol Dalam Kota mulai 8 Desember 2017. Sejauh ini, layanan masih buruk sehingga tak layak naik. Dan, beban hidup rakyat bisa semakin berat.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/12/2017), politisi Gerindra ini mendesak pemerintah membatalkan rencana kenaikan tarif tol tersebut. "Sangat disayangkan pemerintah merestui kenaikan tarif tol dalam kota mulai 8 Desember 2017 berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 973/KPTS/M/2017," kata Nizar.

Dirinya juga mempertanyakan alasan kenaikan karena operator jalan tol yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dinilai berhasil memberikan layanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditentukan. "Klaim tersebut sangat ngawur dan tidak berdasar karena kalau melihat realitanya sangat mengecewakan, misalnya kemacetan di dalam tol yang semakin parah, sehingga operator tidak berhak meminta kenaikan tarif tol," papar anak buah Prabowo ini.

Adapun dasar hukum kenaikan tarif tol yakni UU 38/2004 tentang Jalan, menurut Nizar, hanya bersifat alternatif. Disebutkan dalam beleid tersebut, kenaikan dapat terjadi setiap dua tahun sekali.

Artinya, tidak mutlak harus terjadi kenaikan, apalagi jika pelayanan yang diberikan kepada pengguna jalan tol, masih buruk. Jika pemerintah memaksakan kenaikan tarif tol, sikap tersebut tak ubahnya bentuk arogansi negara terhadap rakyatnya. "Fraksi Gerindra meminta rencana kenaikan dibatalkan karena indeks kepuasan masyarakat rendah," tegas Nizar. [tar]


Tags

Komentar

 
x