Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:23 WIB

KPH Berhasil Kendalikan Karhutla di 2017

Oleh : - | Rabu, 6 Desember 2017 | 17:33 WIB
KPH Berhasil Kendalikan Karhutla di 2017
(Foto: KLHK)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sampai Oktober 2017, total luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia menurun 65,68% dibandingkan 2016. Sebanyak 16,99% di antaranya terjadi di hutan produksi yang dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Hal ini dikemukakan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B Panjaitan pada acara Evaluasi Kegiatan Pengendalian Karhutla Tahun 2017, dan Rencana Kegiatan Pengendalian Karhutla Tahun 2018 pada Tingkat KPH (KPHP, KPHL, dan KPH Perum Perhutani), di Bogor pada 4-6 Desember 2017.

"Secara keseluruhan capaian kegiatan Dalkarhutla tahun 2017 cukup memuaskan. Keberhasilan penanganan Karhutla tahun 2017, dikarenakan adanya kebijakan dan paradigma baru dalam pengendalian Karhutla, pemerintah mengedepankan upaya pencegahan dengan memobilisasi peran stakeholder di tingkat tapak, seperti penguatan peran KPH," ungkapRaffles.

Pembentukan Brigdalkarhutla sebanyak 50 regu di KPH sejak 2015 telah meningkatkan jangkauan Dalkarhutla hingga tingkat tapak, sehingga luas Karhutla dapat menurun drastis. Raffles juga menyampaikan apresiasi atas peran KPH dalam pengendalian Karhutla 2017. "Peran KPH sangat signifikan dalam membantu pencapaian ini. Kami akan terus mendukung peran KPH melalui penguatan kelembagaan dan sarpras Karhutla," tegas Raffles.

"Dari hasil evaluasi yang dilaksanakan selama tiga hari ini, KPH-KPH yang telah dibentuk sangat membutuhkan penguatan sarana prasarana dan sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan," tambah Raffles.

Sementara itu, pantauan hotspot pada Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pukul 21.00 WIB, Selasa (5/12/2017), tidak terpantau hotspot pada satelit NOAA, sedangkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) terpantau satu hotspot di Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan demikian, selama 1 Januari hingga 5 Desember 2017 berdasarkan satelit NOAA terdapat 2.556 titik, setelah tahun sebelumnya sebanyak 3.792 titik, sehingga terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.236 titik (32,59 %). Sedangkan total 2.356 titik ditunjukkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level 80% atau lebih, setelah 2016 lalu menunjukkan 3.813 titik, sehingga saat ini menurun sebanyak 1.457 titik (38,15 %). [*]

Komentar

 
x