Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:08 WIB

YLKI: Tol Makin Mahal, Ekonomi Makin Lesu

Oleh : - | Rabu, 6 Desember 2017 | 18:50 WIB
YLKI: Tol Makin Mahal, Ekonomi Makin Lesu
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai, rencana PT Jasa Marga mengerek tarif tol dalam kota Jakarta, bakal menambah kelesuan ekonomi

"Kenaikan itu akan menambah beban daya beli masyarakat karena alokasi belanja untuk transportasi juga akan meningkat," kata Tulus melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Tulus mengatakan, kenaikan tarif tol adalah hal yang tidak adil bagi masyarakat, sebagai konsumen tol. Selama ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya mempertimbangkan kepentingan operator jalan tol, yaitu aspek inflasi.

"Dengan hanya mempertimbangkan kepentingan operator jalan tol, Kementerian menegasikan aspek daya beli dan kualitas pelayanan kepada konsumen," tutur Tulus.

Karena itu, YLKI mendesak DPR segera merevisi UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menurut Tulus, menjadi biang keladi kenaikan tarif tol. Aturan ini memungkinkan tarif tol dinaikkan per dua tahun sekali.

Intinya, beleid tersebut hanya mengakomodasi kenaikan tarif tol, berdasarkan inflasi dengan mengabaikan kepentingan konsumen. Jadi, kepentingan investor lebih dinomorsatukan ketimbang perut rakyat.

PT Jasa Marga berencana menaikkan tarif tol dalam kota Jakarta mulai Jumat (8/12). Kenaikan tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 973/KPTS/M/2017.

Dengan kenaikan tersebut, tarif tol dalam kota Jakarta menjadi Rp9.500 (kendaraan golongan I), Rp11.500 (golongan II), Rp15.500 (golongan III), Rp19.000 (golongan IV) dan Rp23.000 (golongan V). [tar]

Komentar

 
x