Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 18:27 WIB
 

Aset Bank Boleh Dobel, Kreditnya Single Digit

Oleh : - | Kamis, 7 Desember 2017 | 06:29 WIB
Aset Bank Boleh Dobel, Kreditnya Single Digit
Heru Kristiana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Aset perbankan pada Oktober 2017 naik 11,2% ketimbang periode sama 2016. Sementara kredit juga tumbuh meski lebih rendah yakni 8,18%.

"Sedangkan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 10,85% yoy," kata Heru Kristiana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Pada 2018, kata dia, OJK memproyeksi, pertumbuhan kredit dan DPK (Dana Pihak Ketuga), masing masing 10% sampai 12%. Untuk meningkatkan kinerja, OJK mendorong perbankan agar terus melakukan efisiensi.

Selain itu dengan selesainya konsolidasi dan merger bank, diharapkan industri keuangan nasional ke depan bisa semakin bersaing.

Sementara Bank Indonesia (BI), mencatat, penyaluran kredit pada Oktober 2017 mencapai Rp4.588,5 triliun. Atau tumbuh 8% (yoy), dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 7,7% (yoy).

Peningkatan pertumbuhan kredit perbankan di Oktober 2017 itu didorong pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit konsumsi.

Di mana, kredit modal kerja (KMK) bertumbuh dari 7,5% (yoy) pada September 2017 menjadi 8,1% (yoy). Sedangkan pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) meningkat dari 9,9% (yoy) pada September 2017 menjadi 10,2% (yoy) dengan nominal Rp1.338,5 triliun.
Untuk Kredit Investasi (KI) pada Oktober 2017 tercatat Rp1.127,9 triliun, atau tumbuh 5,5% (yoy), lebih stabil ketimbang bulan sebelumnya.

Akselerasi pertumbuhan KMK didorong pertumbuhan kredit untuk industri pengolahan dan perdagangan, hotel dan restoran, masing-masing meningkat dari 6,9% (yoy) dan 3,0% (yoy) menjadi 7,6% (yoy) dan 5,5% (yoy), dengan posisi masing-masing Rp543 triliun dan Rp771,4 triliun.

Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tumbuh stabil dengan peningkatan pertumbuhan pada sektor konstruksi dari 5,7% (yoy) menjadi 7,3% (yoy), yang diimbangi dengan perlambatan pertumbuhan Kl pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang tumbuh melambat dari 2,8% (yoy) menjadi 1,9% (yoy) pada Oktober 2017. [tar]

Komentar

 
x