Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 15:23 WIB
 

Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Kemenkeu: Cukai Rokok Lebih Mudah

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 7 Desember 2017 | 19:04 WIB
Kemenkeu: Cukai Rokok Lebih Mudah
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengusulkan adanya berbagi beban biaya (cost sharing) dengan pemerintah daerah terutama dari cukai rokok. Sebab, setiap daerah memiliki penerimaan cukai rokok.

Dengan demikian dapat guna menanggulangi terjadinya defisit BPJS Kesehatan yang selalu terjadi setiap tahun.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, menuturkan alasan ditambalnya defisit BPJS Kesehatan lewat cukai rokok serta dana bagi hasil cukai tembakau. Sebab bisa ditarik langsung atau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Yang bisa langsung dipotong adalah pajak (cukai) rokok, kenapa karena setiap Pemda pasti ada yang memberikan pajak rokok. Kenapa? Karena semua daerah pasti ada yang rokok," kata Mardiasmo di Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Mardiasmo bilang, setiap penerimaan pajak rokok di pemerintah daerah itu besarannya 75%, menurut Kementerian Kesehatan, sebesar 50% dipotong oleh Kementerian Keuangan Hal ini setelah mendapatkan endorsement dari Presiden Joko Widodo untuk diserahkan kembali ke Kementerian Kesehatan yang nilainya mencapai Rp5,1 triliun.

"Bagian dari cost sharing yang Rp5,1 triliun, yang 10% bisa membantu pemda untuk memperbaiki terutama keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan BPJS Kesehatan bantu masyarakat,jadi BPJS Kesehatan dan pemda sama-sama memperbaiki," terangnya.

Mengenai bagian yang 10% itu, Mardiasmo bilang pemerintah akan mengaturnya melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk membenahi sisi suplai dari program BPJS Kesehatan.

"Pembiayaan 10% untuk supply side. Supply side itu apa? Untuk bangun puskesmas, memberikan insentif ke dokter perawat atau obat, alat kesehatan. Dan juga dana operasional kesehatan termasuk dana bantuan untuk program," tuturnya. [hid]

Komentar

 
x