Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:15 WIB

Sri Mulyani Ingatkan Jangan Tergiur Bitcoin

Oleh : - | Kamis, 7 Desember 2017 | 20:20 WIB
Sri Mulyani Ingatkan Jangan Tergiur Bitcoin
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi di mata uang digital, termasuk tergiur Bitcoin.

"Bagi Indonesia, yang nampaknya sering dimunculkan karena harganya makin tinggi, ini dilirik sebagai suatu bentuk investasi. Tapi kami tidak berharap terjadi spekulasi atau bubble yang kemudian bisa merugikan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) selaku regulator telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital. Sebaiknya memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin pemerintah.

Mata uang digital, di antaranya Bitcoin, tidak dijamin dan merupakan investasi yang tidak diakui di Indonesia, saat ini. Selain itu, Bitcoin juga bukan merupakan alat pembayaran yang sah.

Masih kata Sri Mulyani, terkait mata uang digital dan investasi dalam mata uang digital, menjadi wewenang BI selaku bank sentral dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi dan mengatur segala bentuk investasi di tanah air.

"Kalau dia merupakan suatu mata uang yang terpercaya terhadap mata uang yang formal di Indonesia, itu adalah suatu yang harus di-nyatakan oleh BI. Kalau dia investasi, harusnya OJK yang keluarkan statement, apakah badan atau produk seperti itu memang aman bagi investasi," kata Sri mulyani.

Terkait investasi mata uang digital , lanjut Mulyani, ia mengharapkan masyarakat dapat lebih bijak memilih investasi yang aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga nantinya tidak merugikan masyarakat itu sendiri.

"Oleh karena itu, proteksi terhadap mereka yang akan gunakan komoditas atau barang tersebut apakah sebagai investasi atau tujuan lain, harus tetap di dalam konteks keamanan dari investasi dan sesuai rambu-rambu peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan mata uang," ujar dia. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x