Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 13:55 WIB
 

Persepsi Negatif Sawit di Medsos Tak Laku Lagi

Oleh : - | Sabtu, 9 Desember 2017 | 23:45 WIB
Persepsi Negatif Sawit di Medsos Tak Laku Lagi
Tofan Mahdi, Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Persepsi aktivis medsos atau netizen, terhadap kelapa sawit mulai membaik. Hanya sebagian kecil netizen millenial yang berpandangan sawit negatif.

"Jika dukungan media massa nasional sudah sangat baik kepada sektor kelapa sawit, kami masih perlu waktu lebih lama untuk membangun persepsi positif di mata netizen," kata Tofan Mahdi, Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam seminar bertajuk "PR Trend 2017 & PR Outlook 2018" di Bandung, Sabtu (9/12/2017).

Tofan yang juga mantan wartawan senior Jawa Pos ini mengatakan, membangun persepsi publik tentang industri kelapa sawit di media digital, perlu dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, jika dibandingkan dengan media konvensional.

Di mana, tren berita di medsos memiliki kecepatan persebaran informasi yang jauh lebih cepat dan dapat menjangkau cakupan area yang lebih luas. Hanya saja, kecepatan persebaran informasi di media digital terkadang tidak dibarengi dengan akurasi kebenaran dari informasi tersebut.

Menurutnya banyak informasi terkadang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. "Melalui platform digital komunikasi, filter pembaca semakin menjadi semakin sulit untuk dikontrol. Karena apa? setiap orang bisa dikatakan sebagai "wartawan", berita dapat berasal dari siapa saja bahkan masyarakat awam melalui sosial media mereka," ungkap Head of Corporate Communications PT Astra Agro Lestari Tbk tersebut.

Akibatnya, masyarakat umum semakin kewalahan untuk menyaring mana berita yang benar dan layak untuk dikonsumsi, dan mana yang tidak.

Tofan menceritakan pengalaman ketika dirinya masih bekerja sebagai salah satu pemimpin sebuah media konvensional terbesar di jagad informasi nasional, beberapa tahun lalu.

Di mana, proses produksi berita sangat menjunjung aspek kehati-hatian, terutama dalam menentukan politik redaksional. Informasi yang akan dipublikasikan harus tepat dan akurat. "Tidak sembarang orang bisa dijadikan sebagai seorang nara sumber," ungkapnya.

Hal inilah yang kemudian menurut Tofan Mahdi, merupakan tantangan yang dihadapi oleh Industri Kelapa Sawit saat ini. Bagaimana untuk melakukan pendekatan komunikasi kepada generasi milenial yang akrab dengan media digital. Caranya melalui apa? Yaitu dengan menggunakan pendekatan yang sama, melalui pemanfaatan media digital. "Kami tentu sudah mulai masuk ke ranah digital communication", imbuhnya.

Dedi salah satu peserta dari Perhumas Muda Bandung, dalam seminar tersebut diminta untuk menyampaikan persepsinya terkait industri kelapa sawit. Sebagai generasi millennial, menurutnya, industri sawit memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. "Industri sawit bisa dijadikan sebagai bahan baku pangan seperti minyak, dan bisa juga dijadikan bahan baku pembuatan kosmetik," ujarnya. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x