Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 15:50 WIB
 

Pemerintah Ingin Proyek LRT Tanpa Korupsi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 11 Desember 2017 | 15:18 WIB
Pemerintah Ingin Proyek LRT Tanpa Korupsi
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom/M Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah mengharapkan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) yang bebas korupsi dan kecurangan.

"Kita juga menekankan di dalam proses ini adalah tidak ada korupsi. Sehingga ini juga akan menimbulkan image yang baik terhadap Republik Indonesia di dalam menjalankan proyek infrastruktur yang selama ini sering dipersepsikan menjadi lahan yang tidak sehat. Jadi kita berkomitmen tata kelola dan antikorupsi akan dilakukan di semua lini," kata Sri Mulyani seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Senin (11/12/2017).

Sementara itu, Menko Maritim menyampaikan bahwa proyek LRT akan dilakukan secara transparan berbasis Transfer of Technology (TOT). Selain itu, Menko Maritim juga meminta wartawan ikut memantau perkembangan proyek ini.

"Kita betul-betul ingin nanti seperti yang dibilang Ibu Menteri Keuangan membuka secara transparan semua proses pengadaan di sini, termasuk keretanya nanti yang dipakai apa. Kita mau pengadaan kereta itu TOT. Jadi kita nda mau hanya beli barang saja. Nda jelas. Nah kami mohon para wartawan juga ikut memonitor. Jangan sampai ada di sini masih kecurangan-kecurangan. Kita betul-betul ingin ini jadi model sehingga dengan begitu ke depan semua akan seperti ini jadi lebih bagus," tegasnya.

Skema pendanaan LRT Jabodebek menggunakan struktur pembiayaan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 49 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor: 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Adapun total nilai proyek pembangunan LRT sekitar Rp29,9 triliun, yang terdiri dari sarana, pra sarana, dan IDC (Interest During Construction). [hid]

Komentar

Embed Widget

x