Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Januari 2018 | 08:58 WIB
 

Erupsi Gunung Agung, Pil Pahit Bagi AirAsia

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 11 Desember 2017 | 21:05 WIB
Erupsi Gunung Agung, Pil Pahit Bagi AirAsia
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta- Adanya erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karang Aseng, Bali menyebabkan aktifitas bandara Ngurah Rai ditutup.

Hal ini tentunya berdampak juga kepada aktifitas penerbangan seluruh maskapai dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar.

CEO Grup AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan menuturkan, pihaknya harus menelan pil pahit pada akhir tahun lantaran batuknya Gunung Agung, Bali.

Dikatakan Dendy, kontribusi penerbangan AirAsia ke Bali besarannya mencapai 40%. Sehingga adanya erupsi dan penutupan bandara beberapa waktu lalu cukup mempengaruhi pendapatan AirAsia di kuartal IV-2017.

"Kita selalu berharap kuartal IV selalu bagus buat kita, kalau ternyata gunung Agung lagi ingin beraktifitas (juga) di kuartal IV juga ya kita gatau," jelas Dendy di Menara BCA, Senin (11/12/2017).

Dia memperkirakan, pihaknya akan mendapatkan pendapatan dibawah 10% dari yang sudah ditargetkan sebelumnya.

Hal ini lantaran pendapatan perusahaan penerbangan biasanya akan mengalami 'peak season' di akhir tahun.

"Dari sisi revenue mungkin total 10% dari target. Lumayan besar, kalau airlines punya siklus kuartal per kuartal yang berbeda, kuartal 1 biasanya tidak terlalu kuat, kuartal 2 mendekati lebaran lumayan, kuartal 3 bagus dan yang terbaik pada kuartal 4 dimana banyak yang libur panjang di akhir tahun," jelasnya.

Dendy mengatakan, sejauh ini tidak ada kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan ihwal ditutupnya bandara Ngurah Rai, Denpasar beberapa waktu lalu. "Adanya erupsi gunung agung orang jadi banyak yang cancel. Rugi sih engga, hanya potensial lost," terangnya.

Dia menyebut, hal ini merupakan 'force majure' yang juga tidak bisa dicegah. Artinya, apabila otoritas sudah mengatakan tidak bisa terbang maka tidak ada yang bisa mengelak karena berkaitan dengan keselamatan penumpang.

Kendati begitu, Dendy tetap berharap status Gunung Agung bisa segera kembali normal, sebab Bali merupakan tujuan paling seksi bagi seluruh maskapi dalam negeri. "Bali ini sangat berharga. Kalau statusnya sudah balik normal lagi mereka akan berbondong-bondong balik," jelasnya. [hid]

Komentar

 
x