Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 15:05 WIB
 

RI Optimistis Kelola Ketahanan Iklim Bangsa

Oleh : - | Kamis, 14 Desember 2017 | 12:20 WIB
RI Optimistis Kelola Ketahanan Iklim Bangsa
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Paris - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, dalam kebijakan sektor energi, perlu dilakukan katup-katup pengaman penggunaan bahan bakar fosil, serta perlu dilakukan penguatan dukungan pengembangan energi baru dan terbarukan geothermal.

"Indonesia punya kekuatan dalam hal-hal tersebut dan kita optimis bisa kelola ketahanan iklim bangsa," ujar Menteri Siti, Rabu (14/12/2017), yang mewakili Presiden Joko Widodo, memimpin delegasi Pemerintah Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi 'One Planet Summit,' yang berlangsung di Paris, Prancis, 12-14 Desember 2017.

Delegasi dari 120 negara termasuk 50 kepala negara, duduk bersama membahas langkah konkrit lanjutan setelah momen bersejarah kesepakatan Paris dua tahun lalu, guna mengatasi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata dihadapi dunia. Kesepakatan Paris merupakan perjanjian dalam kerangka PBB (UNFCCC) mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan, yang diharapkan akan efektif pada tahun 2020.

"Sekembali ke Jakarta, saya akan segera melaporkan kepada Bapak Presiden dan Wapres, terkait implikasi pokok pengaturan kebijakan sektor energi dikaitkan dengan agenda-agenda yang telah dibahas dalam pertemuan ini," kata Menteri LHK.

Agenda dimaksud di antaranya target mengurangi emisi kendaraan, penguatan ekonomi rendah karbon, perlindungan tanah dan air, keterlibatan kaum milineal, pendanaan perubahan iklim yang lebih mudah diakses, serta membahas berbagai strategi negara-negara di dunia terkait energi terbarukan. "Saya juga akan segera menginformasikan kepada Menko dan Menteri terkait, serta Dewan Pengarah Nasional Perubahan Iklim Bapak Sarwono Kusumaatmadja dkk," lanjutnya.

Siti Nurbaya juga menambahkan, ia akan segera menggelar rapat bersama Dirjen terkait, mencakup ESDM dan kelembagaan keuangan. Selain itu, akan dibahas juga prospek green banking dan peran swasta dalam restorasi ekosistem.

Adapun beberapa implikasi bagi Indonesia dalam catatan Siti Nurbaya dari rangkaian pertemuan ini, di antaranya adalah, pentingnya pemantapan sistematika dana lingkungan dan perubahan iklim, untuk pendanaan pembangunan mendampingi APBN.

Dalam kesempatan ini, Siti Nurbaya juga kembali menegaskan bahwa, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, sangat serius dalam mengawal isu perubahan iklim. Hal itu sudah dibuktikan dengan meratifikasi perjanjian Paris dalam bentuk UU nomor 16 tahun 2016.

''Indonesia tegas posisinya saat bicara lingkungan. Hal ini penting guna melindungi segenap rakyat Indonesia sesuai amanat UU, dan tujuan akhirnya untuk menjaga keberlanjutan peradaban manusia,'' ujar Siti Nurbaya.

Keseriusan pemerintah Indonesia dalam KTT One Planet Summit, ditunjukkan dengan mengutus langsung tiga Menteri kabinet ke Paris. Selain Menteri LHK Siti Nurbaya, juga hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Pertemuan yang digalang Presiden Perancis, Emmanuel Macron ini dihadiri tokoh kunci, seperti Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Sekjen PBB Antnio Guterres, PM Norwegia Erna Solberg, pendiri Microsoft Bill Gates, Eks Gubernur California Arnold Schwarzenegger, miliarder Michael Bloomberg, serta banyak tokoh dunia lainnya.

Kehadiran nama-nama terakhir semakin menjadi 'pukulan telak' bagi Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menuai kecaman setelah menarik dukungan dari kesepakatan Paris. [*]

Komentar

 
x