Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 14:01 WIB
 

Incar Pasar Amerika Latin, RI Tempel Chile

Oleh : - | Kamis, 14 Desember 2017 | 15:16 WIB
Incar Pasar Amerika Latin, RI Tempel Chile
Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Santiago - Pemerintah Indonesia mengincar Chile sebagai pintu masuk pasar ekspor nontradisional, wilayah Amerika Latin.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda saat pembukaan One on One Business Matching Misi Dagang Chile, mengatakan, Indonesia berkomitmen untuk membina hubungan dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.

"Kami akan memanfaatkan Santiago sebagai pintu gerbang untuk mempromosikan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan negara-negara Amerika Latin lainnya," kata Arlinda di Santiago, Chile, Rabu waktu setempat (13/12/2017).

Arlinda menambahkan, dengan dijadikannya Chile sebagai pintu gerbang promosi, diharapkan bisa mendongkrak citra produk-produk Indonesia. Tentu saja ini memudahkan untuk masuk ke pasar global, khususnya Amerika Latin.

Dalam program Business Matching tersebut, pengusaha Indonesia dipertemukan dengan pelaku usaha Chile untuk membuka potensi perdagangan.

Secara letak, Chile berada di sebelah barat daya Benua Amerika Selatan berbatasan langsung dengan Peru, Argentina dan Bolivia yang dinilai unik dan mampu membuka akses pasar lebih luas untuk produk Indonesia.

Selain itu, Chile juga memiliki pelabuhan skala internasional yang tersebar dari utara hingga ke selatan dan menghubungkan seluruh wilayah seperti San Antonio, Iquique, Punta Arenas, Valparaiso dan Arica. Bahkan, Pelabuhan Iquique dan Punta Arenas telah dilengkapi dengan fasilitas free economic zone.

Meskipun Chile hanya berpenduduk 17,8 juta jiwa namun secara geopolitik Chile sangat aktif di kawasan dan merupakan anggota blok dagang Aliansi Pasifik bersama dengan Peru, Kolombia dan Meksiko yang sejak 2016 sudah menghapuskan tarif terhadap 92 persen produknya.

"One on One Business Matching telah berkembang menjadi landasan yang penting untuk promosi perdagangan, dan sekaligus merupakan model kerja sama yang baik dalam mencapai tujuan dari kedua negara," ujar Arlinda.

Berdasar catatan Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun terakhir periode 2012-2016 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tren penurunan tersebut mencapai 12,09 persen per tahun.

Pada 2012, nilai perdagangan mencapai US$381,99 juta, mengalami penurunan cukup tinggi menjadi US$227,15 juta pada 2016. Total transaksi pada 2016, menurun 29,28% dibandingkan 2015.

Sementara pada 2017, untuk periode Januari-September, total perdagangan nonmigas mencapai US$218,75 juta.Nilai tersebut mengalami peningkatan 24,44%, atau US$42,96 juta jika dibandingkan periode yang sama di 2016 yang mencapai US$175,79 juta. [tar]

Komentar

 
x