Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:16 WIB

Petani Cengkih Minta Permendag 84/2017 Dicabut

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 15 Desember 2017 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Petani Cengkih Minta Permendag 84/2017 Dicabut
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) mendesak pencabutan Permendag 84/2017 tentang Ketentuan Impor Tembakau yang berpotensi mempersulit pabrikan rokok memperoleh bahan baku.

Sekretaris Jenderal APCI, I Ketut Budhiman, mengatakan, Permendag 84/2017 berdampak kepada penurunan jumlah serapan cengkeh petani hingga 50% dari total produksi nasional. "Dalam temu Dewan Pengurus Nasional dan Dewan Pengurus Daerah APCI di Jakarta, 9 Desember 2017, menghasilkan petisi pencabutan Permendag 84 Tahun 2017," tambah Budhiman.

APCI juga meminta agar dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan, apalagi yang terkait dengan industri hasil tembakau. "Jangan sampai kebijakan yang diputuskan malah kontraproduktif, jika beleid ini dipaksakan bisa berakibat pada target penerimaan negara dari cukai rokok," tegas Budhiman.

Budhiman mengingatkan, sebanyak 94% cengkih Indonesia diserap pabrikan rokok. Ketika industri rokok mengurangi produksi, otomatis serapan cengkeh petani ikut tergerus. Untuk itu jika sesuatu terjadi pada industri dampaknya juga akan mengenai petani cengkih.

"Sangat ironis bahwa tembakau yang pasokannya tidak mencukupi dibatasi impornya, sedangkan cengkih yang cukup diproduksi di Indonesia, malah dibuka lebar impornya," jelasnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Selain petisi, putusan APCI lainnya adalah melanjutkan perjuangan agar kretek dapat dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya, sejajar dengan batik, angklung dan keris.

APCI berharap, seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah, asosiasi, media, dan elemen terkait lainnya untuk memupuk soliditas demi kretek Indonesia yang sudah dikenal hingga manca negara.

"Kami juga mengajak masyarakat Indonesia, khususnya 1,5 juta petani cengkih di Indonesia, untuk memperjuangkan masuknya cengkih ke dalam nomenklatur dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT)," kata Budhiman.

Budhiman meminta pemerintah tidak menganaktirikan para petani cengkih. Ia berharap pemerintah mengalokasikan cukai rokok untuk penelitian dan pengembangan tanaman cengkih selain untuk rokok. Dengan demikian, petani cengkih tidak terlalu tergantung pada industri hasil tembakau. [ipe]


Komentar

x