Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 13:55 WIB
 

TahunPolitik, Konsumsi Naik Investasi Melambat

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 19 Desember 2017 | 08:09 WIB
TahunPolitik, Konsumsi Naik Investasi Melambat
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun depan akan menabuh tahun politik yang akan terjadi hingga Pemilu di 2019.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, jika mengacu pada pemilu 2014 lalu, investor cenderung bersikap 'wait and see'. Bambang mengharapkan berkah pertumbuhan ekonomi di tengah bayang-bayang lesunya investasi. "Pengalaman di tahun Pemilu, memang investasi swasta agak melambat. 'Wait and see' (terjadi) cukup kencang," jelas Bambang di kantornya, Senin (18/12/2017).

Dia menuturkan, hal ini terjadi lantaran ekonomi serta politik pada tahun pemilu cenderung distorsi karena adanya dinamika politik, hal ini membuat investor jadi lebih berhati-hati. "Ini mudah-mudahan bisa beda cerita di tahun 2019 nanti," terangnya.

Namun begitu, dinamika politik yang terjadi pada tahun pemilu, nyatanya juga membuat konsumsi rumah tangga tumbuh. "Konsumsi mengalami pertumbuhan lebih tinggi. Apalagi setelah BPS memisahkan konsumsi rumah tangga dan non rumah tangga. Konsumsi rumah tangga ini lah yang terkait dengan kegaitan politik," jelasnya.

Selain itu, ada juga konsumsi barang yang tidak tahan lama, yang dijadikan atribut kampanye. Bambang menjelaskan, pada tahun pemilu 2014 lalu pertumbuhan konsumsi rumah tangga diatas 20%.

Hal ini dikontribusi dari pembelian kaos, stiker, banner, iklan TV dan sebagainya. Disamping itu, belanja pemerintah juga naik, dimana anggaran KPU meningkat, anggaran bawaslu naik, serta anggaran pengamanan Polri juga naik. "Jadi pasti ada dampak dari peningkatan anggaran," ujarnya.

Komentar

 
Embed Widget

x