Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:18 WIB

PT Djarum Setor Cukai Rp27,5 Triliun

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 19 Desember 2017 | 15:21 WIB

Berita Terkait

PT Djarum Setor Cukai Rp27,5 Triliun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kudus - PT Djarum, perusahan rokok nasional asal Kudus Jawa Tengah mengaku telah menyetorkan cukai ke kas negara mencapai Rp27,5 triliun.

Hal tersebut dikatakan Senior Production Manager Kretek Operation Djarum, Slamet Rahardjo disela-sela press tour yang diadakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Kudus, Selasa (19/12/2017). "Untuk tahun ini, kita kalkulasi setoran cukai mencapai Rp27,5 triliun, kalau dibuatkan beli entok (makanan khas Kudus) mungkin bisa buat 3 tahun masyarakat Kudus," kata Slamet.

Lebih lanjut Slamet bilang pembayaran cukai yang digunakan Djarum sudah dilakukan beberapa waktu lalu, langsung ke DJBC. "Total sekitar Rp27,5 triliun, kalau ditambahkan ke pajak lain, PPN, PPh mungkin sekitar Rp35 triliun," paparnya.

Sementara itu Direktur DJBC Heru Pambudi optimistis target penerimaan pajak 2017 sebesar Rp 189,14 triliun bisa terlampaui. Kendati sampai dengan pertengahan Desember tahun ini baru tercapai 80,78%.

Menurut Heru, hingga 15 Desember 2017 ini, Direktorat Jenderal Bea Cukai baru membukukan penerimaan sebesar Rp152,79 triliun. Sehingga masih butuh Rp 36,35 triliun (19,22%) untuk mencapai target penerimaan sesua pagu Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara Perubahan(APBN-P) 2017.

"Tapi kami optimistis target kita tercapai. Terutama dari penerimaan cukai rokok yang selalu mengalami lonjakan penerimaan di akhir setiap akhir tahun, tak terkecuali Desember ini," jelasnya.

Secara historis, Heru mengatakan, lonjakan penerimaan dari cukai rokok ini jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat dari bulan biasanya. Sehingga kenaikan penerimaan cukai rokok akan mampu menutup kekurangan penerimaan hingga akhir Desember nanti.

Sejumlah perusahaan ada yang belum membayar pajaknya setelah memesan lebih banyak cukai di bulan Desember. Biasanya pemesanan cukai akhir tahun itu digunakan perusahan rokok untuk pemakaian bulan Januari dan Februari. Dari pemesanan tersebut dia mengatakan, biasanya pelunasan akan dilakukan pada akhir Desember.

"Bahkan, kami juga optimistis dari total penerimaan tersebut, nantinya bisa melampaui target Rp 189 triliun," tambah Heru. [HID]

Komentar

x