Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 10:53 WIB
 

Kepala BKP: Setiap Hari Panen, Lupakan Paceklik

Oleh : - | Rabu, 20 Desember 2017 | 15:18 WIB
Kepala BKP: Setiap Hari Panen, Lupakan Paceklik
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengungkapkan sudah keliling ke berbagai daerah, dan semuanya sedang panen. Padahal biasanya pada November-Januari memasuki masa paceklik.

"Minggu lalu saya panen di Karawang. Di Maluku Utara juga panen, dimana-mana juga panen. Indonesia saat ini sedang Panen, sehingga tiada hari tanpa panen, dan kita lupakan paceklik," tegas Agung seusai melakukan panen perdana MT I bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Wakil Bupati Demak, Kadis Ketahanan Pangan dan Perkebunan Jateng serta Kadistan Pangan Demak dan lainnya, di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Rabu (20/12/2017).

Ketika tiba di desa Ketanjung kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejauhmata memandang, hamparan sawah seluas 136 hektar nampak menguning dipanen. "Kita bisa saksikan sendiri. Banyak hamparan sawah yang siap panen. Dan saat ini, dimana-mana sedang dilakukan panen. Jadi, jangan khawatir kita kekurangan beras," kata Kepala BKP itu.

Adanya panen dimana-mana, kata Agung, selain karena program dari Kementerian Pertanian melalui Upsus Pajale, juga adanya support dari pemerintah daerah dan dinas-Dinas. "Inikan manfaat dari program Pajale dengan melakukan luas Tambah Tanam, dan saat ini kita menikmati hasilnya. Padahal biasanya setiap November-Januari, kita dihantui paceklik, sekarang yang kita lakukan adalah panen," tambah Agung.

Senada dengan Agung, Wakil Gubernur Jateng Tengah, Heru Sudjatmiko juga mengatakan tidak ada paceklik. "Saat ini kita sedang panen, bahkan di Demak Barat akan dilakukan panen sampai bulan Pebruari 2018," kata Heru. "Jadi tidak ada paceklik. yang ada justru kami lakukan panen" tambah Heru.

Berdasarkan Aram 2, Jawa Tengah mampu menghasilkan beras sebanyak 6,1 juta ton. Dengan kebutuhan 3,1 juta juta ton, sehingga terjadi surplus sebanyak 2,9 juta ton lebih. "Kabupaten Demak ini penyumbang terbesar beras nomor 3 di Jawa Tengah, setelah Cilacap dan Grobogan" ujar Heru.

"Dengan adanya surplus beras, selain kita tidak perlu melakukan impor, tetapi kedaulatan pangan kita akan semakin mantap," ujar Heru. Sedangkan untuk harga pangan di Jawa Tengah menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 relatif aman dan terkendali.

"Kita sudah lihat tadi bahwa ketersediaan pangan cukup, bahkan untuk beras sudah surplus. Harga pangan pun aman dan terkendali," jelas Suryo Banendro Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah. [*]

Komentar

 
x