Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 15:24 WIB
 

Menteri Budi: Bandara Nabire Harus Tahan Gempa

Oleh : - | Kamis, 21 Desember 2017 | 14:15 WIB
Menteri Budi: Bandara Nabire Harus Tahan Gempa
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nabire - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan Bandara Douw Aturure Nabire yang baru, harus tahan dan kuat menahan gempa. Mengingat lokasinya tak jauh dari gunung.

Dalam kunjungan kerja ke proyek Bandara Nabire, Rabu (20/12/2017), Budi mengatakan, pembangunan bandara di lahan seluas 4.000 hektar, dimulai pada 2018. Diharapkan rampung paling lambat 2020. "Pertama melakukan satu tes beban tertentu untuk mempersiapkan di sana dengan tanah berpasir dan rawa itu cukup kuat dan tahan terhadap gempa," kata Budi.

Bandara Nabire anyar ini, lokasinya 45 menit dari bandara eksisting di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Nabire, Kabupaten Nabire, Papua. Pembangunannya memerlukan anggaran Rp200,6 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU), APBD, dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Budi menjelaskan, bandara ini dibangun dengan unsur kehati-hatian dengan fondasi yang sesuai untuk kondisi geografis di lokasi tersebut yang berpotensi gempa dan tsunami.

Di mana, proses pengurukan fondasinya pun bisa mencapai hingga lima sampai enam meter. Oleh karena itu, pembangunan diperkirakan baru selesai 2020. "Land side juga harus dipersiapkan dengan baik karena kalau gempa di atas tujuh skala Richter itu ada fondasi yang mesti dipersiapkan dengan baik begitu juga landasannya," ujar Budi.

Adapun Bandara Douw Aturure akan menjadi bandara berkelas internasional yang menjangkau delapan kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak Yapen, Waropen, Waimana, dan Kaimana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan tahap pertama akan dibangun bandara dengan kapasitas 8.000 penumpang, namun rencananya akan memiliki kapasitas penumpang hingga 15 ribu.
"Kita harapkan 2019 selesai, tapi kalau nggak selesai, mundurnya sedikitlah. Mundurnya 2020," kata Jokowi. [tar]


Komentar

x