Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 18:38 WIB
 

Belum Puas

Darmin dan Sri Satu Suara Soal Fitch Rating

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 21 Desember 2017 | 20:38 WIB
Darmin dan Sri Satu Suara Soal Fitch Rating
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ternyata satu suara menanggapi hasil lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings yang menaikkan peringkat utang Indonesia dengan 1 kata, yakni belum puas.

"Tentu saja kita senang, tapi tidak berati puas. Kita tetap berkewajiban terus memperbaiki dan menghadapi tantangan," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Senada dengan Darmin, koleganya Sri Mulyani juga mengatakan hal yang senada, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dirinya belum puas dengan capaian tersebut.

"Tentu kita berharap bahwa Indonesia terus bisa meningkatkan upgrade dari sisi rating, agar Indonesia terus menjadi negara yang memiliki rating stabil di level investment," kata Sri Mulyani.

Meski belum puas Darmin dan Sri Mulyani tetap mengapresiasi capaian rapor lembaga yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tersebut, dimana kata anak buah Presiden Joko Widodo ini perbaikan tersebut membuktikan pembenahan yang dilakukan pemerintah dari sisi ekonomi sudah berjalan baik.

"Indikator utang dari Produk Domestik Bruto (PDB) kita termasuk yang rendah dibanding negara peer kita. Reformasi kebijakan yang kita buat juga diukur lho, termasuk perbaikan kemudahan berusaha (EoDB), neraca pembayaran, cadangan devisa, dan lainnya," kata Darmin.

"Ini merupakan sesuatu assesment yang positif, kita menyambut dengan baik assesment tersebut. Itu menggambarkan bahwa perekonomian Indonesia memiliki potensi upside-nya positif resikonya cukup bisa dikelola, APBN cukup sehat," kata Sri Mulyani.

Darmin mengatakan, upaya perbaikan harus tetap dilakukan agar pertumbuhan ekonomi meningkat daana kualitas membaik yang diukur dari tingkat pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan berkurang.

"Semua itu bisa dicapai dengan kombinasi kebijakan yang sudah dilakukan tiga tahun ini, seperti pembangunan infrastruktur, kebijakan sektoral di industri pariwisata dan lainnya, kebijakan pemerataan ekonomi, dan semua itu kita terus pertajam dan kembangkan," katanya.

Sekadar informasi, dalam keterangan tertulis Fitch Ratings, memandang ketahanan ekonomi Indonesia terhadap guncangan eksternal terus menguat dalam beberapa tahun terakhir, karena kebijakan makroekonomi secara konsisten diarahkan untuk menjaga stabilitas.

Maka dari itu Fitch Ratings Fitch mengafirmasi peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan outlook stabil dari sebelumnya BBB-

Selain itu, Fitch juga melihat kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel sejak pertengahan 2013 telah membantu menumbuhkan cadangan devisa hingga US$126 miliar pada November 2017 untuk tujuh bulan pembayaran utang, dibandingkan dengan rata-rata negara yang menerima rating 'BBB' sebesar enam bulan. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x