Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:21 WIB

Sering Terlambat, Garuda Bisa Dijuluki Raja Delay

Jumat, 22 Desember 2017 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Sering Terlambat, Garuda Bisa Dijuluki Raja Delay
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Medan - Kalau Anda menjadi salah satu penumpang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, jangan kaget kalau mengalami delay. Sering terjadi penundaan penerbangan hingga 5 jam.

Yang terbaru, jadwal penerbangan pesawat Garuda dari Bandara Internasional Silangit, Medan, menuju Jakarta. Jadwal keberangkatan tertulis pukul 16.00 WIB. Namun, pesawatnya baru tiba di Bandara Silangit pada pukul 17.30 WIB.

Hal serupa terulang di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan. Penerbangan Pesawat Garuda menuju Jakarta, dijadwalkan pukul 20.35 WIB, ditunda hingga pukul 22.10 WIB.

"Dari Jakartanya pesawat sudah delay 1 jam. Jadi di sini kena imbasnya juga," kata salah satu petugas counter Garuda yang enggan disebutkan namanya, Medan, Kamis (21/12/2017).

Alhasil, delay ini membuat sejumlah penumpang kecewa. Termasuk Dinar Fisikawan, salah satu karyawan swasta ketika berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. "Major delay lagi di Garuda, Terminal 3 jadi kayak pasar," ucap dia.

Kata petugas Garuda, delay terjadi lantaran ada masalah di operasional. Untuk kejadian yang tak mengenakkan ini, Garuda menyediakan kompensasi, sesuai aturan.

Ya, kejadian delay yang dialami penumpang Garuda, sering terjadi belakangan ini. paling parah terjadi di awal Desember, penerbangan Garuda didelay hingga berjam-jam.

Kala itu, Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menunjuk erupsi Gunung Agung sebagai penyebab delay pesawat Garuda.

Lantaran penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Lombok, mengganggu rotasi pesawat. Demikian pula ketika kedua bandara itu dibuka, perlu penyesuaian lagi. "Jadi pesawat yang biasanya ke Bali itu kita terbangkan ke berbagai rute juga, jadi ini sedang proses recovery, makanya ada penerbangan yang delay," papar Ikhsan.

Kalau sudah kejadian, pihak Garuda hanya bisa minta maaf. Dan memberikan kompensasi yang sudah menjadi hak penumpang. [ipe]

Komentar

x