Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:23 WIB

BUMN Masih Merugi, DPR Salahkan Penunjukan Direksi

Jumat, 22 Desember 2017 | 13:48 WIB

Berita Terkait

BUMN Masih Merugi, DPR Salahkan Penunjukan Direksi
Anggota Komisi VI DPR Lili Asdjudiredja - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Lili Asdjudiredja menilai, banyaknya masalah yang mendera BUMN karena kesalahan pemerintah. Khususnya dalam penentuan direksi, acapkali tidak pas.

Kata Lili, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang saat ini mengalami masalah keuangan lantaran utang lebih dari Rp2 triliun, sangat memprihatinkan. "Ini jelas kesalahan pemerintah. Banyak pimpinan BUMN yang sebenarnya bukan bidangnya namun dipaksa. Sehingga hasilnya begini," papar politisi Golkar ini di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Selanjutnya Lili mengatakan, Dirut Garuda Pahala N Mansury mengemban tugas berat yakni membebaskan maskapai pelat merah ini dari jeratan utang.
"Pak Pahala kan latar belakangnya bankir, disuruh pegang Garuda yang dia sendiri belum tahu bagaimana kondisinya. Nah, kalau sudah begini, saya juga kasihan kepada beliau," paparnya.

Dalam catatan Lili, banyak pemegang posisi dirut BUMN yang tidak pas. Misalnya, menunjuk Dirut Pelni Elfien Soentoro menjadi Dirut PT Dirgantara Indonesia, dan mantan stafsus Menteri Rini bertebaran di sejumlah BUMN.

"Beda dengan eranya Pak Sofyan Djalil. Kala itu, fit and propert test calon direksi melibatkan kampus. Sehingga lebih independen. Sekarang kan sudah tidak lagi. Makanya BUMN masih banyak masalah," paparnya.

Pandangan vokalis Komisi VI DPR yang menjadi mitra kerja BUMN ini, benar adanya. Beberapa stafsus Menteri Rini melangkah mulus menjadi dirut di sejumlah BUMN. Semisal, Dwina Septiani Wijaya sebagai Dirut Peruri, Budi Gunadi Sadikin menjadi Dirut Inalum.

Saat berada di Medan, Sumatera Utara, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut besarnya kerugian Garuda akibat utang gede. "Garuda menjadi BUMN yang kerugiannya paling besar, lebih dari Rp 2 triliun. Kerugiannya karena dia dihadapkan dengan perang harga," kata Rini di Toba Samosir, Medan, Kamis (21/12/2017).

Selanjutnya, Rini meminta manajemen Garuda untuk menyusun strategi, baik jangka pendek ataupun panjang. Guna mengatasi kerugian yang dialami maskapai penerbangan pelat merah ini. [tar]

Komentar

x