Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 10:53 WIB
 

Jelang Pergantian Tahun

BKP: Stok dan Harga Beras di Yogyakarta Aman

Oleh : - | Jumat, 29 Desember 2017 | 14:24 WIB
BKP: Stok dan Harga Beras di Yogyakarta Aman
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Yogyakarta - Menjelang pergantian 2017, stok dan harga beras di Provinsi Yogyakarta cukup dan harga stabil. Hal ini bisa dilihat dari data ketersediaan beras mencapai 563 ribu ton. Jika kebutuhan konsumsi rumah tangga mencapai 352 ribu ton dengan konsumsi 93 kg/kapita/tahun, masih mengalami surplus 156 ribu ton.

Sedangkan data harga pangan di pasar Beringharjo pekan ini, beras medium Rp9.400/kg, daging sapi Rp115.000/kg, daging ayam Rp33.000/kg, telur ayam Rp24.500/kg, cabe merah keriting dan besar Rp38.000 kg, bawang merah Rp17.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg serta gula pasir Rp11.400/kg.

"Dari pemantauan yang kita lakukan pagi ini, stok cukup dan harga pangan aman terkendali," kata Kepala Pusat Distribusi dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Riwantoro saat meninjau pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

"Beberapa harga pangan, memasuki 2018, stok akan bertambah karena panen di mana-mana, harga tentu akan lebih stabil, bahkan cenderung turun," tambah Riwantoro.

Dari transaksi perdagangan di pasar Beringharjo, menurut Lurah Pasar Sumarno, permintaan konsumen terhadap bahan pangan mengalami sedikit lonjakan beberapa minggu lalu, namun saat ini sudah mulai stabil seperti biasa.

"Kalau satu dua minggu lalu harga agak sedikit bergerak naik, karena ada kenaikan permintaan beberapa bahan pangan seperti beras, daging ayam, telur dan cabe. Namun saat ini sudah mulai stabil dan biasa lagi. Apalagi nanti saat panen pada Februari-Maret," kata Sumarno.

Kepala BKP dan Penyuluhan Provinsi Yogyakarta Arofah Noor Indriani mengatakan, khusus mengenai beras, pihaknya masih mampu mencukupi dari daerah sendiri bahkan setiap tahunnya mengalami surplus. "Kalau masalah harga pangan, relatif stabil dan terkendali, karena kami selalu melakukan pemantauan dengan instansi terkait," jelas Arofah. [*]

Komentar

 
x