Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 17:57 WIB
 

Dunia Mengapresiasi Penanggulangan Karhutla RI

Oleh : - | Sabtu, 30 Desember 2017 | 11:52 WIB
Dunia Mengapresiasi Penanggulangan Karhutla RI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden United Nations Environmental Assembly 3 (UNEA-3) Edgar Gutirrez-Espeleta mengapresiasi komitmen dan upaya Presiden RI dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dalam mengatasi dan mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) gambut.

Hal ini disampaikan dalam Pertemuan UNEA-3 yang diselenggarakan pada 4-6 Desember di Nairobi, Kenya.Dalam kegiatan tersebut, Delegasi RI menjelaskan keberhasilan Indonesia pada dua tahun terakhir dalam mengatasi Karhutla) dan mengurangi hotspot.

"Sebagai gambaran, selama 2017 tidak seharipun ada asap lintas batas negara, sementara di 2016 terdapat 4 hari, dan di 2015 selama 24 hari," tutur Laksmi Dhewanti, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional, sebagai delegasi RI yang hadir dalam pertemuan UNEA-3.

Sebagai informasi, hotspot sudah menurun drastis selama 2017. Berdasarkan satelit Terra Aqua dari 1 Januari hingga 29 Desember 2017 hanya terdapat 2.437 atau turun 36,6% dari 2016 (3.844 titik) dan turun 94,58% dari 2015 (70.971 titik).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/12/2017), Laksmi juga menuturkan, Indonesia menyampaikan Statement Pemerintah yang mencakup beberapa hal, di antaranya: Pengendalian pencemaran air, peningkatan kondisi sanitasi lingkungan, pengurangan limbah cair domestik sampai 90% pada 2030.

Selain itu, juga disampaikan rencana pelaksanaan Global Conference on Land and Ocean Connection 3 (GLOC 3) dan Intergovernmental Review 4 (IGR 4) tahun 2018, yang akan dilaksanakan di Surabaya, pada Oktober 2018.

"Indonesia juga menyatakan beberapa komitmen lainnya dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup, yaitu, pengurangan pencemaran laut sampai 70% pada 2025, pengurangan 30% dan penanganan 70% sampah rumah tangga; penerapan standar emisi kendaraan bermotor setara Euro 4, dan akan mengurangi 60% sulfur di udara perkotaan pada tahun 2050," lanjutnya.

Laksmi menambahkan, keberhasilan Indonesia dalam merestorasi 680 ribu hektar gambut dari target 2 juta hektar pada tahun 2020, menjadi pembelajaran bagi negara-negara yang hadir dalam pertemuan UNEA-3.

Untuk memantau asap dan kualitas udara pada beberapa kota di Indonesia, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, Dasrul, menyatakan, Indonesia telah memasang AQMS untuk memantau kualitas udara secara real time melalui website. Alat ini buatan Indonesia dan telah mendapat paten.

Delegasi RI pada pertemuan OECPR dan UNEA-3 ini terdiri dari unsur Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta dukungan dari fungsi KBRI Nairobi. Majelis Lingkungan PBB atau UNEA mengadakan pertemuan setiap dua tahun, pertemuan tahun 2017 ini merupakan pertemuan ketiga.

Saat closing statement, Indonesia menggaris-bawahi pentingnya UNEA memberikan pesan pada dunia bahwa pollution free planet dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan SDG. "Indonesia menyatakan pentingnya komitmen dan dorongan pemimpin, kemitraan dan kolaborasi, tata kelola dan kebijakan berbasis sains dan teknologi yang ramah lingkungan serta mobilisasi sumberdaya," tutup Laksmi.

Komentar

 
x