Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 18:36 WIB
 

Kadin: Hati-hati Banyak Bank Sempoyongan di 2018

Oleh : - | Sabtu, 30 Desember 2017 | 16:09 WIB
Kadin: Hati-hati Banyak Bank Sempoyongan di 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Denpasar - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Made Arya Amitaba, mengatakan, perbankan bakal menghadapi persaingan ketat di 2018. Bisa jadi banyak bank sempoyongan.

"Salah satu contoh dengan lesunya bisnis properti membawa berpengaruh besar terhadap perekonomian, terlebih di Bali terjadinya erupsi Gunung Agung akan berdampak pula pada perbankan," ujar Amitaba di Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (30/12/2017).

Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti itu, menilai,pertumbuhan perbankan, khususnya BPR diprediksi tidak beda jauh dibandingkan pada 2017.

Pada 2017, kata dia, pertumbuhan usaha BPR di Bali yang jumlahnya 138 rata-rata di kisaran 8% hingga 10%. Angka pertumbuhan tersebut berada di bawah rata-rata nasional, padahal pada 2016 angka pertumbuhan jauh di atasnya.

"Ini karena lesunya ekonomi yang berdampak luas, terutama sektor properti yang memiliki bisnis ikutan cukup banyak. Sektor properti ini banyak memanfaatkan fasilitas bank," ujar Amitaba.

Selain itu, kata dia, belum lagi erupsi Gunung Agung yang juga ikut mempengaruhi kinerja BPR di kawasan rawan bencana (KRB). "Kami saat ini juga menghadapi persaingan dengan masuknya bisnis keuangan sejenis," katanya.

Namun demikian, Amitaba mengaku tetap optimistis pada 2018, paling tidak dapat mempertahankan pertumbuhan layaknya 2017.
Menghadapi situasi semacam itu, ia mengimbau pelaku BPR tidak tinggal diam, tetapi momentum sekarang ini digunakan untuk melakukan pembenahan internal, baik itu penataan sumber daya manusia (SDM), pelayanan kepada nasabah, teknologi informasi (TI) dan perbaikan gedung. "Dengan perbaikan internal tersebut, nanti ketika kondisi pulih kita bisa langsung tancap gas," ujar Amitaba.

Berkaitan dengan kinerja BPR Kanti pada 2017, Amitaba mengaku, pertumbuhannya tidak beda jauh, meski masih sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata BPR di Bali. Di mana, BPR Kanti mencatatkan pertumbuhan kredit 13,49%, sedangkan tabungan 12,60%, dan deposito di atas 35%. "Untuk total dana BPR Kanti tumbuh 26 persen lebih dan saat ini masih di posisi lima besar di Bali," kata Amitaba. [tar]

Komentar

 
x