Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 10:55 WIB
 

Kata Wapres JK

Indikator Ekonomi Baik tapi Larinya tak Kencang

Oleh : - | Selasa, 2 Januari 2018 | 11:32 WIB
Indikator Ekonomi Baik tapi Larinya tak Kencang
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan pada 2018 perekonomian semakin baik, pertumbuhan ekonomi yang semakin kencang dan seimbang seiring dengan berbagai indikator yang baik yang dimiliki Indonesia.

"Bahwa semua sektor, semua pemeriksaan jantung, kolesterol, semua baik tapi larinya kurang kencang. Mestinya ada keseimbangan antara itu. Itu harapan kita di tahun yang baik ini," katanya dalam sambutan acara pembukaan perdagangan 2018 di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Tahun 2017, berbagai indikator perekonomian baik, inflasi terkendali diperkirakan sekitar 3-5 persen. Suku bunga acuan BI Rate juga terus menurun hingga 4,25 persen. Namun demikian, dengan berbagai indikator yang baik tersebut, pertumbuhan perekonomian belum berlari kencang dan diperkirakan di sekitar 5 persen.

Wapres mengatakan optimistis perekonomian 2018 semakin meningkat dan membaik, seiring dengan sejumlah faktor baik di dalam negeri maupun internasional. Harga komoditas di dunia yang membaik, iklim usaha dan kepercayaan semakin baik serta infrastruktur yang terus dibangun pemerintah mendukung optimisme perekonomian 2018.

Wapres dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, suku bunga yang terus menurun diharapkan juga semakin menggairahkan investasi di sektor riil.

"Kita sudah sependapat bahwa salah satu cara untuk menggelorakan investasi adalah menurunkan suku bunga secara perlahan-lahan. Secara teratur BI sudah mengatur bagaimana suku bunga turun. Itu maknanya anda berinvestasi di sektor investasi rill, bukan hanya di investasi deposito dan sebagainya," katanya.

Untuk itu dalam kesempatan tersebut ia juga berharap para penanam modal di bursa efek juga dapat berekspansi ke sektor riil sehingga dapat semakin menggenjot perekonomian.

Seperti dicatat, perdagangan di lantai bursa pada 2017 ditutup dengan rekor indeks tertinggi 6.355. Sementara dalam pembukaan perdagangan bursa oleh Wapres, Selasa (2/1), indeks terlihat dibuka pada level 6.365. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x