Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 13:54 WIB
 

Menteri Ani Akui Listrik Sumbang Inflasi Terbesar

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 2 Januari 2018 | 15:59 WIB
Menteri Ani Akui Listrik Sumbang Inflasi Terbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inflasi pada tahun 2017 memang berada jauh dari prediksi Bank Indonesia (BI) yakni 3,61%. Dia mengatakan, faktor penggerak inflasi tahun ini disebabkan oleh kenaikan tarif listrik secara bertahap.

Dia menuturkan, pada tahun 2017 tren konsumsi mengalami perubahan. Dimana harga-harga kebutuhan yang diatur oleh pemerintah menjadi kontributor terbesar penggerak inflasi.

"Memang tren (inflasi) tahun 2017 yang mengkontribusikan paling tinggi adalah adm price terutama pada saat kenaikan harga listrik," jelas Sri Mulyani, di kantornya Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Namun begitu, Mulyani menambahkan, harga-harga kelompok bahan makanan pokok disebut cukup stabil bahkan untuk volatile food mengalami penurunan tajam andilnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto, menerangkan, volatile food tidak lagi menyumbang andil yang besar karena pengendalian harga komoditas pangan yang diatur pemerintah lewat harga eceran tertinggi (HET) lumayan bagus.

Akan tetapi, adanya pencabutan listrik golongan 900VA untuk pelanggan mampu yang dilakukan bertahap sejak Januari 2017 menjadi musabab inflasinya tahun ini.

"Kenaikan tarif listrik 900 VA bagi pelanggan mampu sejak Januari. Dampaknya mulai terlihat pada Mei 2017. Dan itulah yang mewarnai pergerakan inflasi 2017," terangnya.

Dia menerangkan, untuk kelompok perumahan, seperti air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbangkan inflasi sebesar 5,14% sementara kelompok bahan makanan hanya 1,26%.

Untuk diketahui, pemerintah secara bertahap pada tahun 2017, ada 19,2 juta pelanggan listrik 900 VA yang tidak diberi subsidi lagi karena dianggap mampu. Sebelumnya ada 23 juta pelanggan listrik 900 VA yang disubsidi. [jin]

Komentar

 
x