Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 14:30 WIB
 

PJB Bangun PLTG Aceh, Targetnya 2018 Rampung

Oleh : - | Jumat, 5 Januari 2018 | 03:39 WIB
PJB Bangun PLTG Aceh, Targetnya 2018 Rampung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Banda Aceh - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menargetkan pembangunan Mobile Power Plant (MPP) PLTG Aceh Fase I 50 MW di Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar, bisa rampung tahun ini.

"Kami akan bekerja optimal agar MPP PLTG Aceh ini dapat tuntas secepatnya dan akan dapat beroperasi pada awal 2019. Kita akan upayakan pengoperasinnya dapat dilakukan tahun 2018," kata Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara di Aceh Besar, Kamis (4/1/2017).

Pernyataan itu disampaikan Agung di sela-sela pembangunan Fase I 50 MW yang ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di kawasan Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Agung menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik pada tanggal 27september 2017 antara PT PLN (Persero) dengan PT PJB.

Agung bilang, MPP Aceh merupakan proyek pertama PJB di regional Sumatera. MPP Aceh akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar yang akan mampu meningkatkan tegangan yang sebelumnya sebesar 128 menjadi 149 kv pada sistem kelistrikan Sumatera.

Selain itu, MPP Aceh juga meningkatkan kualitas pasokan listrik dan keandalan serta antisipasi pertumbuhan beban pada sistem Aceh di mana semakin meningkatnya kegiatan ekonomi industri masyarakat sekitar dan iklim investasi di kota Aceh.

"Untuk wilayah Aceh kita akan dibangun dua MPP dengan total kapasitas 150 Mw. Tahap awal PJB akan membangun MPP Aceh Fase l berkapasitas 50 MW dan kemudian akan dilanjutkan Fase ll berkapasitas 100 MW," katanya.

Ia mengatakan pembangunan MPP Aceh tersebut merupakan proyek yang dibangun sebagai pelaksanaan program kelistrikan 35.000 MW.

"MPP yang dibangunn di Aceh juga sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi daerah terpencil dengan konsep mesin yang mudah dipindah-pindahkan (moble), pengoperasian yang ramah lingkungan dan pembangunan dalam waktu yang singkat," katanya.

PJB mendapat penugasan dari PT PLN (Persero) untuk menyelesaikan proyek di lima lokasi Indonesia yaitu Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa Bagian Timur, Bali dan Papua dengan kapasitas total sebesar 500 MW.

Kepala Divisi operasi Regional Sumatera, Supriyadi mengatakan dengan pembangunan MPP tersebut akan mempau memenuhi kebutuhan listrik di provinsi ujung paling barat Indonesia itu di masa mendatang.

"Kondisi sistem ketenagalistrikan di Aceh masih perlu mendapat perhatian, dimana dalam kondisi tertentu masih dirasakan adanya pemadaman. Ini bukan karena daya pembangkit listrik yang terpasang di Aceh kurang namun lebih disebabkan oleh terjadinya gangguan atas beberapa unit pembangkit," katanya.

Menurut dia kapasitas pembangkit di Aceh sudah lebih dari cukup, akan tetapi karena sistem ketenagalistrikan di Aceh terkoneksi dengan sistem ketenagalistrikan Sumatera Bagian Utara, sehingga apabila terjadi gangguan di daerah lain, maka sebagian pasokan listrik dari Aceh Juga dipergunakan untuk memasok daerah lain.

Pembangunan Mobile Power Plant Banda Aceh selain untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan di Aceh, juga untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan Sumatera bagian utara.

Ia menambahkan dalam menopang beban di Aceh dan sekitarnya, PJB juga telah mengoperasikan PLTMG Arun dengan kapasitas 184 Mw, di mana untuk operasionalnya, dari total 104 pegawai 85 diantaranya merupakan putera daerah asli Aceh. [tar]

Komentar

 
x