Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 12:56 WIB
 

Setoran Penerimaan Migas Aman, Amien Tenang

Oleh : - | Jumat, 5 Januari 2018 | 16:54 WIB
Setoran Penerimaan Migas Aman, Amien Tenang
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penerimaan negara dari sektor hulu migas pada 2017 mencapai US$13,1 miliar. Atau sekitar Rp175 triliun, melebihi target APBN-Perubahan 2017 sebesar US$12,2 miliar.

"Capaiannya sekitar 108 persen dari target pemerintah," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi di Jakarta, Jumat (4/1/2018).

Untuk lifting, atau minyak dan gas bumi siap jual, kata Amien, capaiannya sebesar 1,944 juta barel ekuivalen minyak per hari. Atau sekitar 98,9% dari target APBN-P 2017 sebesar 1,965 juta barel ekuivalen minyak per hari.

Rinciannya, lifting minyak bumi sebesar 803,8 ribu barel per hari atau 98,6 persen dari target sebesar 815 ribu barel per hari. Sedangkan realisasi lifting gas bumi sebesar 6.386 juta standar kaki kubik per hari atau 99,2 persen dari target yang sebesar 6.440 juta standar kaki kubik per hari.

"Kami berusaha seoptimal mungkin untuk menekan penurunan produksi alamiah dengan percepatan penyelesaian proyek dan mendorong kegiatan yang menjaga tingkat produksi," ucap Amien.

Pada 2017, terdapat 14 proyek yang mulai berproduksi dengan tambahan sebesar 3.800 barel per hari dan 587 juta kaki kubik per hari hingga 31 Desember 2017. Puncak produksi dari ke-14 proyek tersebut mencapai 21.280 barel minyak per hari dan 1.194 juta kaki kubik per hari.

Realisasi investasi tahun 2017 sebesar 9,33 miliar dolar AS dari kesepakatan dalam WP&B yang sebesar US$12,29 miliar. Dari jumlah tersebut, investasi untuk blok eksplorasi hanya sebesar US$180 juta, sebesar US$9,15 miliar untuk blok eksploitasi.

Sementara pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar US$11,3 miliar, atau 106% dari target APBN-P 2017 sebesar US$10,7 milliar (unaudited). Alokasi biaya terbesar cost recovery untuk mendukung aktivitas operasi sebesar 47% dan depresiasi sebesar 29%. [tar]

Komentar

x