Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Januari 2018 | 23:30 WIB
 

Dilarang Tenggelamkan Kapal, Ini Kata Susi

Oleh : - | Rabu, 10 Januari 2018 | 12:09 WIB
Dilarang Tenggelamkan Kapal, Ini Kata Susi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Benoa - Ada pemandangan tak biasa ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ditanya soal larangan penenggelaman kapal yang disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

Ya, perempuan asal Pangandaran yang hobi bicara ceplas-ceplos dan tak kenal rasa jerih ini, mendadak tutup mulut. Dia hanya bilang: "No comment, no comment," kata Susi di Benoa, Bali, Rabu (10/1/2018).

Kata-kata "No Comment" disampaikan Susi kepada wartawan usai pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Hadir dalam acara itu antara lain Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Saat pertanyaan diulang, Susi hanya terdiam, tersenyum dan ngacir alias menghindar dari kerumunan wartawan. Dengan berlari-lari kecil, Susi yang dilindungi ajudan, berusaha menjauhi para kuli tinta. "No comment ya," katanya singkat sambil meninggalkan lokasi upacara. Untuk mengalihkan perhatian, Susi melakukan swafoto bersama sejumlah undangan.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menegaskan bahwa jangan adalagi penenggelaman kapal ikan asing ilegal yang tertangkap di perairan Indonesia pada 2018. Alasannya, pemerintah ingin fokus untuk meningkatkan produksi perikanan dalam negeri.

"Perikanan sudah diberi tahu, tidak ada penenggelaman kapal lagi. Ini perintah, cukuplah itu, sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat," katanya usai rapat koordinasi dengan empat menteri di bawah Kemeko Kemaritiman, Senin (8/1/2018).

Kata Luhut, fokus peningkatan produksi perikanan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan ekspor perikanan Indonesia, antara lain melalui peningkatan penangkaran dan budi daya perikanan.

Ada pun terhadap kapal-kapal yang melanggar, lanjut Luhut, akan dilakukan penyitaan. Penenggelaman, kata dia, juga bukan tidak mungkin dilakukan karena akan diberikan sebagai sanksi atas pelanggaran khusus.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan, kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan sudah cukup dilakukan. Kini saatnya kembali memikirkan untuk meningkatkan ekspor ikan tangkap.

"Cukup. Tinggal supaya begini kita butuh kapal. Jangan di lain pihak membeli kapal, di lain pihak banyak kapal yang nongkrong. Kita kondisi begitu disampaikan kepada menteri kelautan (dan perikanan), kita butuh kapal, ekspor kita turun, ekspor ikan tangkap, di lain pihak banyak kapal nganggur," kata Kalla.

Kalla mengatakan, tidak ada pasal di dalam UU kapal yang ditangkap harus dibakar. Kapal yang ditahan menurut Kalla bisa juga dilelang sehingga negara mendapatkan pemasukan. [tar]

Komentar

 
x