Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 14:05 WIB
 

Respons Generasi Milenial, HKTI Bentuk Dua Sayap

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 11 Januari 2018 | 06:25 WIB
Respons Generasi Milenial, HKTI Bentuk Dua Sayap
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pembentukan dua sayap HKTI, yakni Pemuda Tani HKTI dan Perempuan Tani HKTI berangkat dari skeptisisme menghadapi prospek pertanian bagi kaum muda alias generasi milenial dan perempuan.

"Ini adalah sebuah kondisi nyata yang dihadapi bangsa ini, yaitu masih adakah pemuda-pemuda yang ingin bertani," kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, jelang pelantikan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tani HKTI dan Perempuan Tani HKTI, di kantor DPN HKTI Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018) malam.

Hal itu, lanjut dia, merupakan pertanyaan kritis yang perlu dijawab bersama. "Bisa masih, tapi bisa juga tidak. Masih ada, karena ada tren baru di mana anak-anak muda, yang memasuki dunia pertanian dengan caranya sendiri. Ada dengan cara pendekatan organik yang semakin dia minati, ada juga cara-cara hydroponik dan seterusnya," papar dia.

Akan tetapi, lanjut dia, bisa juga dijawab tidak ada pemuda yang ingin bertani. "Sebab, ada alasan yang mendukung karena pertanian Indonesia kurang menjanjikan. Akibatnya, anak-anak muda enggan untuk bertani," ungkap dia.

Untuk itu, perlu sebuah gerakan bersama. "Ini tidak bisa didiamkan. Perlu upaya menggerakkan. Bagaimana menggerakkan potensi-potensi yang ada guna menjawab pertanyaan masih adakah pemuda yang ingin bertani. Saat ini kita yakinkan kepada siapapun, bahwa anak-anak muda masih mencintai pertanian. Melalui pemuda tani dan perempuan tani inilah diharapkan menjadi momentum dan menjadi movement," papar Moeldoko.

Pemuda tani diproyeksikan menggerakkan pemuda-pemuda generasi milenial yang sedang tren saat ini di mana kegandrungan mereka terhadap pertanian organik sudah muncul. "Ini yang akan kita mainkan. Kita bicara pertanian sekarang bukan hanya bicara cangkul," ucapnya.

Moeldoko mengaku pihaknya sedang bekerja sama dengan anak-anak muda di Yogyakarta bagaimana mengembangkan drone. "Yang tadinya laporan ke saya hanya 8 liter, saya ingin dikembangkan menjadi 20 liter. Sehingga nanti, masa terbangnya menjadi panjang dan fungsinya bisa menghilangkan jamur, hama, dan seterusnya. Bisa juga digunakan untuk memupuk organik cair. Itu hal-hal seperti itu yang menjadi gerakan Pemuda Tani," ucapnya.

Nantinya, bisa dikembangkan lebih jauh seperti harvester yang akan diperbaiki sesuai dengan kedalaman lumpur. "Banyak kesempatan dan prospek yang modern yang bisa kita perankan oleh anak muda," tandas dia.

Sementara itu, tugas yang diemban Perempuan Tani, dia menjelaskan, bicara pertanian bukan saja soal budidaya baik perikanan dan peternakan. "Contoh yang riil yang segera akan dilakukan oleh Pemuda Tani dan Perempuan Tani adalah bagaimana nanti, dan ini sudah saya komunikasikan ke Kementerian Desa, melalui Prof. Ahmad Erani Yustika, Dirjen Kawasan, adalah memberdayakan perempuan," ungkap dia.

HKTI melihat ibu-ibu dan bapak-bapak petani yang tidak berdaya. "Kita berikan bibit DOC atau DOD. Kalau kita bisa mengorganisir, anggaplah 100 orang, kita beri masing-masing 100-200 ekor, pakan kita siapkan, nanti begitu 52 hari panen kita ambil, offtaker-nya kita jualkan. Dia yang tadinya tidak bergerak menjadi bergerak. Itulah contoh-contoh kecil yang riil yang bisa kita lakukan," ungkap dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani perempuan di sektor pertanian sebanyak 7,5 juta. Sementara itu, di sektor tanaman pangan sebanyak 4,3 juta dan sektor holtikurlura sebanyak 2,8 juta orang. "Ini sebenarnya kalau kita bisa kapasitas dan kuantitas kita kembangkan. Kuantitasnya cukup besar tapi kapasitasnya yang mungkin perlu ditingkatkan. Inilah menjadi tugas Perempuan Tani untuk Indonesia. Jadi, ancaman regenerasi petani kita jawab dengan pelantikan malah hari ini," tuturnya. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x