Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:18 WIB

Bea Cukai Gelar Public Hearing Komoditi Lartas

Kamis, 11 Januari 2018 | 21:10 WIB

Berita Terkait

Bea Cukai Gelar Public Hearing Komoditi Lartas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bea Cukai mengadakan Public Hearing Kebijakan Penyederhanaan Tata Niaga Impor, untuk memberikan pengarahan sekaligus meminta masukan kepada perusahaan Authorized Economic Operator (AEO) dan Mitra Utama (MITA) terkait komoditi yang terkena ketentuan Larangan dan Pembatasan (Lartas) barang yang diimpor.

Kegiatan ini merupakan langkah kongkret menindaklanjuti Paket Kebijakan Jilid XV tentang Pengembangan Usaha dan Tingkatkan Daya Saing Penyedia Logistik Nasional. Salah satu isinya menyebutkan tentang penyederhanaan tata niaga yang diupayakan pemerintah dalam wujud pembentukan tim tata niaga ekspor impor untuk mengurangi Lartas yang tinggi.

Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, strategi pengurangan Lartas dilakukan melalui beberapa hal. "Pertama, pergeseran pengawasan dari border ke post border dengan menggeser 71 peraturan lartas ke post border," ujar Dirjen Bea Cukai, di Gedung Bea Cukai, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Kedua, lanjut Heru Pambudi, dengan simplifikasi perizinan mengharmonisasikan antar-peraturan Lartas, dan strategi ketiga berupa harmonisasi 23 peraturan Lartas yang tidak sesuai dengan Paket Kebijakan Ekonomi. "Pemeriksaan akan dilakukan di luar pelabuhan dengan prinsip manajemen risiko, dengan kebijakan tersebut diharapkan akan mengurangi dwelling time," ungkap Heru.

Berdasarkan rapat koordinasi tingkat menteri dalam rangka percepatan penyelesaian regulasi penyederhanaan tata niaga impor pada 9 Januari 2018 di Kemenko Perekonomian, secara prinsip menyetujui untuk memberikan relaksasi lartas kepada MITA dan AEO serta untuk perusahaan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang tujuannya untuk ekspor, telah disepakati untuk dibebaskan dari perizinan. Dengan adanya paket Kebijakan XV dan relaksasi Lartas untuk perusahaan MITA dan AEO dipastikan akan mampu mengurangi angka dwelling time pada Pre - Customs Clearance.

"Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah untuk mendukung iklim investasi di dalam negeri, menurunkan dwelling time, logistic cost, dan memperbaiki peringkat Ease of Doing Business (EODB)," pungkasnya. [*]

Komentar

x