Minggu, 21 September 2014 | 11:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bisnis Pakan Ternak Bergelora
Headline
kabblitar.go.id
Oleh: Oki Baren
ekonomi - Selasa, 17 Juni 2008 | 22:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta Harga komoditi pangan yang terus melambung di pasar global ikut mendongkrak harga jual pakan unggas. Tapi, produsen pakan untuk tetap optimistis dan bersemangat memburu pertumbuhan pendapatan.
"Harga komoditi pangan seperti jagung dan kedelai di pasar global naik setidaknya 60%. Kenaikan harga jual produk pakan unggas masih akan terjadi karena kecenderungan haga bahan baku yang terus naik," ucap Wakil Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) T Thomas Effendy seusai RUPS perseroan, Selasa (17/6) di Jakarta.
Thomas mengatakan, rata-rata harga jual produk pakan unggas pada 2007 mencapai Rp 2.780 per kilogram. Per akhir Maret 2008, harga jualnya sudah melonjak menjadi Rp 3.900 per kilogram.
Guna memenuhi kebutuhan untuk konsumsi domestik, Indonesia mengimpor jagung 1,6 juta ton pada 2006. Impor jagung di 2007 turun menjadi 700 ribu ton. Tahun ini, Departemen Pertanian menargetkan tidak akan mengimpor jagung karena kebutuhan domestik sudah bisa disuplai oleh produk pertanian lokal.
"Kenaikan produktivitas pertanian jagung domestik bisa menolong kebutuhan perusahaan. Sebab, saat panen raya, harga jagung lokal biasanya lebih murah dibandingkan harga di pasar global. Ketersediaan pasokan jagung lokal sangat penting karena komposisinya 45-50% untuk total bahan baku pakan unggas," tandas Thomas.
Untuk menghemat harga pokok produksi, perseroan fokus untuk mengembangkan fasilitas penyimpanan dan pengeringan jagung di sejumlah pabrik pakan unggas (feed mill). Fasilitas itu akan bermanfaat ketika suplai jagung tengah melimpah.
"Adanya fasilitas pengeringan dan penyimpanan jagung di pabrik pakan unggas bisa memenuhi kebutuhan bahan baku untuk kurun waktu 3-4 bulan berikutnya," ujar Thomas.
Kendati harga komoditi pangan seperti jagung dan kedelai di pasar global terus melonjak, produsen pakan unggas tetap optimistis mampu mencapai target pertumbuhan penjualan. Pasalnya, kenaikan harga komoditi itu justru memperkuat fondasi perekonomian masyarakat petani di berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Presdir CPIN Franciscus Affandy mengatakan, pihaknya sempat kewalahan akibat dampak kenaikan harga BBM. Utamanya, mengakibatkan penurunan daya beli konsumen.
Tapi, di sisi lain, harga komoditas pangan seperti kelapa sawit, karet, dan komoditi hasil pertambangan justru membaik. Hal itu tentu saja menguatkan perekonomian masyarakat di luar Jawa. Sebab, areal pertanian serta area pertambangan lebih terkonsentrasi di luar Jawa.
Untuk itu, CPIN mengalihkan target pangsa pasarnya ke luar Jawa, terutama di kawasan timur Indonesia. Adapun belanja modal (capital expenditure/Capex) yang digelontorkan untuk merealisasikan target perseroan di tahun ini mencapai Rp 350 miliar.
Tercatat 60% kebutuhan belanja modal akan dipenuhi dari internal perusahaan. Sisa 40% bersumber dari pinjaman US$ 125 juta melalui sindikasi perbankan dengan lead Citibank. Dana itu juga untuk refinancing obligasi perseroan senilai Rp 500 miliar yang akan jatuh tempo pada 2 Juli.
Dari total belanja modal itu, Rp 84 miliar di antaranya akan digunakan untuk pengembangan dua pabrik pakan unggas. Rinciannya, Rp 30 miliar untuk memperluas kapasitas produksi pabrik pakan unggas yang beroperasi di Lampung. Sedangkan Rp 54 miliar selebihnya dialokasikan untuk membangun pabrik pakan unggas baru di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kapasitas pabrik yang akan dibangun itu masing-masing 300 ribu ton per tahun. Proyek di kedua pabrik itu diharapkan rampung tahun ini. Penuntasan proyek pengembangan kedua pabrik itu akan meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari 3,7 juta ton menjadi lebih dari 4 juta ton.
Kini, perusahaan sudah mengoperasikan lima pabrik, yakni Semarang, Balaraja (Tangerang), Sidoarjo, Krian, dan Medan. "Persiapan pabrik di Lampung sudah dalam tahap akuisisi tanah," ucap Franciscus.
Dari data per kuartal I 2008, produk pakan unggas CPIN menguasai 50% pangsa pasar domestik. Produk lain seperti daging ayam olahan (proceed chicken) menguasai 72% pasar, anak ayam (day old chicken/DOC) 36%.
Pada 2007, angka penjualan anak ayam (DOC) mencapai 480 juta ekor, daging ayam olahan 28.687 ton, dan 2,1 juta ton pakan ayam. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan angka penjualan 50% untuk produk daging ayam olahan, 20% untuk DOC, dan 2,3 juta ton penjualan pakan ayam. [E1/I3]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
7 Komentar
arief
Sabtu, 25 Juni 2011 | 09:53 WIB
boss aku mintak alamat di malang distributor pakan ayam dan obat2nya. trim
luthfi
Rabu, 13 April 2011 | 23:07 WIB
mohon info distributor obat obatan dan pakan ternak (ayam, lele, dan sejenisnya) untuk wilayah Tangerang. di tunggu ya infonya, Terima Kasih.
ABDUL MUIN
Sabtu, 19 Maret 2011 | 16:47 WIB
tolong dikirimi daftar agent/grosir pakan ayam/doc,bibit ayam dan obatnya di Makassar
ADI MALANG
Senin, 21 Februari 2011 | 06:57 WIB
bos... tolong ya saya dikirimin daftar toko grosir obat, pakan dan perlkapan ternak khususnya untuk pembesaran anak ayam / DOC ,yang ada di surabaya. terutama yg deket kota Malang. terus kalo bisa daftar harga untuk produk2 charoen pokphan jg ya (trims)
lays
Senin, 7 Februari 2011 | 21:34 WIB
bos... tolong ya saya dikirimin daftar toko grosir obat, pakan dan perlkapan ternak khususnya ayam, ikan dan burung yang ada di surabaya. terutama yg deket madura. terus kalo bisa daftar harga untuk produk2 charoen pokphan jg ya (trims)
Arya
Senin, 31 Januari 2011 | 13:15 WIB
saya minta pendapat/info mengenai kemitraan. Saya ingin menjadi distributor pakan ternak untuk di Bali, dan apa saya bisa dapat info mengenai perusahaan yang bisa diajak kerjasama dalam hal itu? Terima kasih, dan informasi sangat saya tunggu.
m suluch
Selasa, 16 November 2010 | 13:08 WIB
minta di email daftar harga pakan ikan
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER