Sabtu, 29 November 2014 | 04:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gudang Garam Mau Dijual?
Oleh: Bastaman, Kontributor INILA
ekonomi - Rabu, 30 Juli 2008 | 19:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rachman Halim tutup usia meninggalkan rumor. Kabar bisik-bisik, pabrik rokok kretek Gudang Garam bakal dijual. Akankah perusahaan rokok yang didirikannya mengikuti jejak HM Sampoerna dan Bentoel?
Sejarah pahir kekaisaran Oei Tiong Ham, raja gula awal abad ke-20, kini membayang lagi. Obyeknya bukan lagi pabrik gula, melainkan pabrik rokok. Rumor ini berkembang setelah Rachman Halim, Presiden Komisaris Gudang Garam, meninggal dunia di Singapura, Minggu (27/7).
Rachman (To Bing) adalah sulung dari lima anak Surya Wonowidjojo (Tjoa Ing Hwie), pemilik dan pendiri pabrik rokok kretek Gudang Garam. Akhir-akhir ini, Rachman yang berdiri kukuh membentengi salah satu pabrik rokok kretek tertua itu.
Banyak orang beranggapan sejarah pabrik rokok kretek kedua terbesar di Indonesia itu belum akan berakhir. Toh rumor rencana penjualan 66,8% saham keluarga Halim di Gudang Garam kian santer beberapa hari setelah Rachman tutup usia.
Rumor penjualan Gudang Garam sebenarnya sudah mencuat dua tahun silam. Ketika itu, British American Tobacco (BAT) dan Japan Tobacco Inc disebut-sebut berminat terhadap Gudang Garam.
Tapi Rachman, yang memimpin kerajaan Gudang Garam sejak 1984, menentang rencana tersebut. Sikap yang diambil Rachman bertolak belakang dengan pendiri HM Sampoerna dan Bentoel. Kedua pabrik rokok di Jawa Timur ini justru telah melepas kepemilikannya kepada investor strategis.
Putera Sampoerna, pemilik pabrik rokok PT HM Sampoerna, telah menjual sahamnya kepada Philip Morris dengan harga Rp 45,3 triliun. Sebelumnya, pendiri Bentoel telah melego pabrik rokoknya kepada Rajawali Grup.
Setelah "sang raja" tiada, akankah rencana penjualan Gudang Garam menjadi kenyataan? Entahlah. Yang jelas, kinerja Gudang Garam terus menurun. Selama satu tahun (Mei 2007Mei 2008), Gudang Garam kehilangan pangsa pasar lebih dari 2%.
Sementara itu Sampoerna, saingannya yang paling dekat, berhasil mengembangkan pasarnya. Kini Sampoerna tampil sebagai raja rokok kretek di Indonesia dengan pangsa hampir 29%.
Dimana kesalahan Gudang Garam? Menurut sebuah sumber, penurunan itu mulai terasa sejak Rachman sakit-sakitan. Orang nomor satu di Gudang Garam itu terpaksa tetirah panjang di Singapura. Padahal, biasanya Rachman selalu mengawasi dan menyambangi sendiri para pekerjanya, sejak saus mulai dibuat sampai rokok siap dipasarkan. [E1/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER