Kamis, 24 April 2014 | 10:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Berbahaya, Memotong Nilai Rupiah
Headline
Rizal Ramli - inilah.com
Oleh: ahluwalia
ekonomi - Senin, 2 Agustus 2010 | 12:00 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM- "Usulan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memotong rupiah justru berbahaya, tidak ada urgensinya dan inflatoir," kata ekonom senior Dr Rizal Ramli.

Sebelumnya, Gubernur BI mengusulkan perlunya redenominasi rupiah untuk memperkecil jumlah nominal uang. Misalnya, Rp1.000 (seribu rupiah) menjadi Rp1 (satu rupiah).
Kalangan pengamat, analis ekonomi dan pengusaha bertanya, ada apa tiba-tiba gubernur BI mengusulkan pemotongan rupiah itu? Ada kecurigaan Gubernur BI mau bikin proyek baru dengan mencetak uang rupiah baru.
"Mestinya Gubernur BI memikirkan bagaimana menurunkan tingkat suku bunga, menggerakkan perbankan untuk sektor riil, mengerahkan upaya agar bank-bank kembali menjadi milik nasional, stabilisasi moneter dan sebagainya. Kenapa justru mengusulkan pemotongan rupiah? Itu malah berbahaya, tidak ada urgensinya dan inflatoir," tegas Rizal, mantan menko perekonomian Presiden Gus Dur itu.
Menurut Rizal Ramli, dampak redenominasi rupiah adalah barang-barang bagi rakyat akan lebih mahal dan masyarakat makin menderita.
"Sangat mungkin motifnya sekadar mencetak uang rupiah yang baru, bekerjasama dengan swasta. Dan, jangan-jangan itu untuk menggaruk uang rente lagi. Sungguh, usulan gubernur BI tersebut ganjil dan mencurigakan," imbuh pengamat ekonomi-politik Syamsul Hadi PhD, dari UI. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
wandi
Selasa, 3 Agustus 2010 | 10:10 WIB
Aduh.....?, kayak ngak ada aja kerja BI. Coba berkaca deh Pak Darmin.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER