Minggu, 27 Juli 2014 | 00:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tahun 2012, Musim Pergantian Direksi dan Komisaris BUMN
Headline
Said Didu
Oleh: Susan Silaban
ekonomi - Sabtu, 21 Agustus 2010 | 09:25 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Kementerian BUMN mencatat tahun 2012 banyak BUMN yang mengalami pergantian direksi dan komisaris. Proses penilaian calon direksi dan komisaris dilakukan oleh konsultan independen.

Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di kantor kementerian BUMN, Jumat (20/8). Pergantian direksi dan komisaris semakin banyak terjadi pada 2012. "Sejumlah direksi dan komisaris di 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan RNI sudah akan habis masa jabatannya," katanya.

Konsultan independe yang akan melakukan proses penilaian calon direksi dan komisaris BUMN. "Sejak 2006, kita sudah melakukan fit and proper test calon direksi dan komisaris dengan menggunakan konsultan indenden," jelasnya.

Dana konsultan independen diambilkan dari pos program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis kementerian. Untuk tahun 2011 diusulkan dalam RAPBN sebesar Rp74,9 miliar serta pembinaan BUMN Rp65,9 miliar.

Kementerian mensyaratkan pergantian direksi dan komisaris BUMN harus melalui fit and proper test. Termasuk pejabat satu level di bawah direksi juga harus mengikuti fit and proper test. Untuk saat ini level tersebut akan mengalami pergantian di 20 BUMN. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER