Kamis, 24 April 2014 | 12:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PM Jepang dan Gubernur Bank Sentral Bahas Yen Lewat Telepon
Headline
IST
Oleh:
ekonomi - Senin, 23 Agustus 2010 | 12:02 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jepang - Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan dan Gubernur Bank of Japan, Masaaki Shirakawa membahas yen dan setuju untuk bekerja sama dalam sebuah percakapan telepon pada Senin (23/8).

Tetapi dalam pembicaraan tersebut, Kan tidak meminta bank sentral untuk melakukan perubahan kebijakan moneter.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshito Sengoku seperti dilansir Reuters juga mengatakan pembicaraan tidak menyentuh pada intervensi mata uang, setelah yen baru-baru ini naik ke level tertingginya selama 15 tahun. Namun dia menolak untuk mengomentari apakah keduanya membahas kemungkinan melonggarkan moneter tambahan.

Perdana Menteri tidak melakukan permintaan pada kebijakan moneter kepada Kepala Bank Sentral seperti dilaporkan kantor berita Jiji mengutip sumber BOJ. "Mereka bertukar pandangan mengenai situasi ekonomi dan keuangan termasuk valuta asing," kata Sengoku dalam sebuah konferensi pers. "Mereka sepakat bahwa penting bagi pemerintah dan BOJ untuk berkomunikasi erat satu sama lain."

Sengoku menambahkan pemerintah ingin mempertimbangkan apakah Kan dan Shirakawa harus bertemu, meskipun ia tidak memberikan kerangka waktu.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Kan dan Shirakawa akan bertemu hari Senin untuk merancang sebuah respon terhadap penguatan yen. Yen telah menguat ke tingkat tertinggi terhadap dolar sejak tahun 1995, mengancam ekonomi Jepang, terutama terhadap eksportir.

Pasar telah dipenuhi spekulasi bahwa pemerintah akan menekan BoJ untuk lebih melonggarkan kebijakan moneternya.

Tapi sumber mengatakan BOJ tidak mungkin untuk bertindak sebelum melakukan pertemuan regulernya pada 6-7 September.

Dolar beringsut melemah ke 85,30 yen dari sekitar 85,45 yen setelah komentar Sengoku itu, akibat kekecewaan pasar bahwa tidak ada komitmen yang kuat untuk sebuah respon kebijakan keluar dari pembicaraan tersebut.
"Ada rasa kekecewaan dan keraguan apakah ada keputusan dari pertemuan tersebut," kata Hideki Hayashi, ekonom global divisi fixed income dari Mizuho Securities.

Hayashi mengatakan obrolan itu juga merupakan bagian kinerja politik menjelang keputusan 14 September Partai Demokrat Jepang (DPJ), di mana Kan bisa menghadapi tantangan dari pihak penengah Ichiro Ozawa.

Saham dan pasar obligasi menunjukkan reaksi negatif terkait komentar Sengoku. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER