Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 29 Juli 2015 | 22:53 WIB
Hide Ads

PM Jepang dan Gubernur Bank Sentral Bahas Yen Lewat Telepon

Oleh : - | Senin, 23 Agustus 2010 | 12:02 WIB

Berita Terkait

PM Jepang dan Gubernur Bank Sentral Bahas Yen Lewat Telepon
IST

INILAH.COM, Jepang - Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan dan Gubernur Bank of Japan, Masaaki Shirakawa membahas yen dan setuju untuk bekerja sama dalam sebuah percakapan telepon pada Senin (23/8). Tetapi dalam pembicaraan tersebut, Kan tidak meminta bank sentral untuk melakukan perubahan kebijakan moneter.Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshito Sengoku seperti dilansir Reuters juga mengatakan pembicaraan tidak menyentuh pada intervensi mata uang, setelah yen baru-baru ini naik ke level tertingginya selama 15 tahun. Namun dia menolak untuk mengomentari apakah keduanya membahas kemungkinan melonggarkan moneter tambahan.Perdana Menteri tidak melakukan permintaan pada kebijakan moneter kepada Kepala Bank Sentral seperti dilaporkan kantor berita Jiji mengutip sumber BOJ. "Mereka bertukar pandangan mengenai situasi ekonomi dan keuangan termasuk valuta asing," kata Sengoku dalam sebuah konferensi pers. "Mereka sepakat bahwa penting bagi pemerintah dan BOJ untuk berkomunikasi erat satu sama lain."Sengoku menambahkan pemerintah ingin mempertimbangkan apakah Kan dan Shirakawa harus bertemu, meskipun ia tidak memberikan kerangka waktu.Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Kan dan Shirakawa akan bertemu hari Senin untuk merancang sebuah respon terhadap penguatan yen. Yen telah menguat ke tingkat tertinggi terhadap dolar sejak tahun 1995, mengancam ekonomi Jepang, terutama terhadap eksportir.Pasar telah dipenuhi spekulasi bahwa pemerintah akan menekan BoJ untuk lebih melonggarkan kebijakan moneternya.Tapi sumber mengatakan BOJ tidak mungkin untuk bertindak sebelum melakukan pertemuan regulernya pada 6-7 September.Dolar beringsut melemah ke 85,30 yen dari sekitar 85,45 yen setelah komentar Sengoku itu, akibat kekecewaan pasar bahwa tidak ada komitmen yang kuat untuk sebuah respon kebijakan keluar dari pembicaraan tersebut."Ada rasa kekecewaan dan keraguan apakah ada keputusan dari pertemuan tersebut," kata Hideki Hayashi, ekonom global divisi fixed income dari Mizuho Securities.Hayashi mengatakan obrolan itu juga merupakan bagian kinerja politik menjelang keputusan 14 September Partai Demokrat Jepang (DPJ), di mana Kan bisa menghadapi tantangan dari pihak penengah Ichiro Ozawa.Saham dan pasar obligasi menunjukkan reaksi negatif terkait komentar Sengoku. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.