Sabtu, 29 November 2014 | 15:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Stanley Setia Atmadja
Adira Akan Turunkan Bunga Kredit Leasing
Headline
Stanley Setia Atmadja - istimewa
Oleh: Ahmad Munjin
ekonomi - Kamis, 12 Maret 2009 | 02:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta--Animo pengajuan kredit kendaraan diprediksi akan kembali bergairah. Pasalnya, perusahaan pembiayaan (leasing) PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) kini sudah mengambil ancang-ancang untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

Hal itu diungkapkan Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance kepada INILAH.COM. Menurutnya, pihaknya berharap bisa menurunkan suku bunga kredit sebesar 1-2% pada April-Mei mendatang, menyusul turunnya BI rate sebesar 50 basis poin. Namun, realisasi itu masih menunggu turunnya biaya dana (cost of fund) perbankan.
"Kalau perbankan pada bulan-bulan ini bisa menurunkan tingkat suku bunga deposito dan menurunkan cost of fund-nya, baru Adira bisa menurunkan bunga kreditnya. Jadi tergantung seberapa cepat perbankan menyesuaikan dengan BI rate," katanya.

Seperti diketahui, BI kembali menurunkan BI Rate sebesar 50 basis poin ke level 7,75% pada awal Maret 2009. Penurunan BI Rate ini pun diperkirakan akan diikuti penurunan bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang akan membahasnya pada Kamis (12/3) hari ini.

Kinerja ADMF pada kuartal empat 2008 cukup positif. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp1,02 triliun yoy. Sedangkan pendapatan anak usaha Bank Danamon ini tercatat sebesar Rp3,37 triliun, terkontribusi dari pembiayaan konsumen yang naik menjadi Rp2,33 triliun.
Namun, total jumlah beban naik menjadi Rp1,95 triliun dan beban pajak penghasilan naik menjadi Rp399,08 miliar. Sehingga laba bersih saham tercatat naik menjadi Rp1.020 per lembar saham.

Total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp1,95 triliun dan total kewajiban turun menjadi Rp1,64 triliun. Walaupun demikian, utang pajak meningkat menjadi Rp224,86 miliar.

Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.

Dengan tren penurunan suku bunga, kapan Adira Finance menyesuaikan suku bunga kreditnya?
Suku bunga Adira tergantung pada cost of fund perbankan. Sedangkan perbankan tidak terkait langsung dengan BI rate, sehingga tidak bisa menurunkan cost of fund nya. Mereka tergantung pada suku bunga tabungan.
Nah, kalau perbankan pada bulan-bulan ini bisa menurunkan tingkat suku bunga deposito dan menurunkan cost of fund -nya, baru Adira bisa menurunkan bunga kreditnya. Jadi tergantung seberapa cepat perbankan menyesuaikan dengan BI rate.

Jika cost of fund perbankan turun, berapa lama Adira akan menurunkan suku bunga?
Kita lihat kondisi pasar juga. Kalau semua menurunkan suku bunga kreditnya, maka kita akan langsung menurunkan bunga kredit. Mudah-mudahan pada April-Mei, kita bisa menurunkan suku bunga antara 1-2%. Kalau memang cost of fund turun dan kondisi pasar pembiayaan sendiri menurunkan suku bunganya.
Karena, kita belum sempat sempat menaikkan tingkat bunga saat bunga perbankan tinggi sekali. Biar kita serap dulu apakah semua leasing menurunkan suku bunganya. Jadi harus ada masa transisi untuk meng-cover saat cost of fund kita naik.

Berapa persen suku bunga kredit di Adira saat ini?
Adira Finnance sekarang, kurang lebih 14% untuk tenor satu tahun, 15% dua tahun, dan 16% tiga tahun, untuk kredit motor. Kalau untuk mobil mungkin, 12%, 13%, 14%. Jadi kalau di Adira Finance hanya motor dan mobil.

Seberapa optimis, turunnya suku bunga kredit dapat mendorong minat masyarakat mengajukan kredit kendaraan?
Ya pasti. Kalau BI rate berpengaruh pada tingkat suku bunga semua perbankan dan bunga kredit turun, maka animo pembelian kendaraan akan meningkat. Saat ini orang enggan kredit kendaraan karena bunga mahal sekali. Kalau bunga turun pasti animo masyarakat berubah.
Kalau dilihat dari kondisi ekonomi, daerah-daerah perkembangannya berbeda-beda. Mungkin tahun ini juga kredit akan lebih berkembang di Jawa dari pada di luar jawa. Kalau tahun lalu, komoditas bagus, kalau sekarang komoditas kurang bagus. Pertumbuhan akan lebih banyak di pulau Jawa. Kalau kota-kota di pulau Jawa seperti Jakarta dan lain-lain semuanya stabil.

Dengan ekspektasi meningkatnya daya beli masayarakat, apa ada revisi target penjualan untuk tahun ini?
Tahun lalu, kita bikin budget 2009 dalam kondisi ekonomi tidak terlalu bagus, sehingga pertumbuhan penjualan untuk tahun 2009 dicanangkan 0%. Artinya sama dengan target 2008.
Kondisi ekonomi 2009 lebih buruk dari 2008, sehingga kita tidak mentargetkan kenaikan, tapi sama dengan 2008. Penjualan tahun lalu kita mencapai Rp 14 triliun. Nilai total kurang lebih 1 juta unit, dengan rincian motor sebanyak 800 ribu dan mobil 200 ribu unit. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER