Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 08:41 WIB

TDL Batal Naik, Anggaran Bakal Bengkak Rp8 T

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Minggu, 21 Agustus 2011 | 11:40 WIB
TDL Batal Naik, Anggaran Bakal Bengkak Rp8 T
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bila pemerintah batal menerapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10% pada April 2012, maka dibutuhkan tambahan anggaran subsidi listrik mencapai Rp8 triliun.

Ekonom UGM Anggito Abimanyu mengungkapkan, apabila pemerintah gagal menerapkan kenaikan TDL 10% akan ada tekanan pembiayaan pada 2012. "TDL 10 persen bentuk serius gak? kalau gak serius, dampaknya kekurangan pembiayaan. 10 persen sama dengan Rp8 triliun. Dijanjikan tapi tidak bisa dilakukan, akan ada tekanan pada pembiayaan," paparnya di Jakarta, akhir pekan ini.

Sekadar informasi, pemerintah akan menaikkan TDL sebesar 10% pada April 2012 sehubungan dengan diturunkannya subsidi listrik dari Rp65 triliun pada APBN-P 2011 menjadi Rp45 triliun dalam RAPBN 2012.

Di sisi lain, pemerintah menaikkan anggaran cadangan risiko fiskal menjadi Rp15,8 triliun atau naik 235,8% dalam RAPBN 2012, dibanding APBNP 2011 yang sebesar Rp4,7 triliun. Hal ini sehubungan dengan adanya pengurangan subsidi.

Berdasar Nota Keuangan RAPBN 2012, kenaikan alokasi cadangan risiko fiskal disebabkan adanya alokasi cadangan risiko lifting dan risiko fiskal lainnya akibat perubahan parameter subsidi listrik. Cadangan risiko fiskal dialokasikan untuk menampung cadangan perubahan asumsi makro Rp 1,6 triliun, untuk stabilisasi harga pangan Rp2 triliun, risiko lifting Rp2 triliun, risiko kenaikan harga tanah (land capping) Rp500 miliar, dan cadangan lainnya (listrik) Rp9,8 triliun.

Menanggapi adanya kenaikan cadangan risiko fiskal yang sebagian besar untuk subsidi listrik tersebut, Anggito mengatakan untuk tetap tidak terlena. "Listrik saja Rp8 triliun. Jangan sampai seperti 2010, gak jadi malah pakai SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran). SILPA itu uang mahal," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x