Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 05:40 WIB

Rotan Mentah Hilang, Siapa Bermain?

Oleh : Jagad Ananda | Kamis, 29 Maret 2012 | 22:57 WIB
Rotan Mentah Hilang, Siapa Bermain?
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penghentian ekspor rotan, ternyata belum membuat industri mebel di Tanah Air mendapat pasokan bahan baku yang memadai. Sejumlah pengrajin di Cirebon, tetap mengeluh kekurangan bahan baku. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai 30%.

"Saya tidak mengerti, apa yang menyebabkan rotan mentah langka," kata salah seorang pengusaha mebel. Aneh, memang. Padahal, sejak 1 Januari rotan mentah sudah dilarang diekspor. Bahkan sebelum keputusan diberlakukan, para pengusaha rotan sudah mewanti-wanti, kalau ekspor distop akan terjadi over supply.

Soalnya, produksi rotan, selama ini, berkisar 300 ribu hingga 400 ribu ton per tahun. Sementara kebutuhan industri dalam negeri hanya 1530 ribu ton. "Coba, mau dikemanakan sisanya," kata Risman S, Sekjen Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia, beberapa waktu lalu.

Kini terbukti, itu hanya hitung-hitungan di atas kertas. Fakta menunjukkan, industry dalam negeri tetap kekurangan bahan baku. Lantas kemana perginya sebagian besar rotan hasil produksi tersebut? Wallahualam. Tapi untuk sementara para pengusaha mebel tidak mau berburuk sangka.

Menurut Ambar Tjahjono, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), kelangkaan terjadi disebabkan sistem perdagangan antar pulau yang tidak beres. Sehingga rotan dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sulit masuk ke Pulau Jawa.

Itu sebabnya, supaya aman, Ambar mengusulkan, selain membenahi transportasi antar pulau, pemerintah juga membuat stok penyangga (buffer stock). [mdr]

Komentar

x