Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 12:04 WIB
 

Rights Issue PT INTI Lepas 49% Saham

Oleh : Ediya Moralia | Minggu, 1 April 2012 | 08:27 WIB
Rights Issue PT INTI Lepas 49% Saham
IST

INILAH.COM, Bandung - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) akan menerbitkan saham baru (rights issue) dengan metode strategic saleskepada BUMN dengan bidang sejenis. Perusahaanmenawarkan 332.500 lembar saham (49%) seharga Rp1 juta per lembar.

"Privatisasi perusahaan dilakukan dengan metode strategic sales. Perusahaan akan menerbitkan saham baru dan melepas 49% saham ke perusahaan BUMN dengan bidang sejenis," ujar Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputra, di Bandung, Jumat (30/3).

Menurut Irfan, proses privatisasi yang ditargetkan digulirkan pada 2012 ini sesuai keputusan Menko Bidang Perekonomian Nomor KEP-06/M.EKON/01/2012. Melalui privatisasi itu, negara tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan 51% saham INTI.

"Privatisasi tentunya memiliki manfaat bagi perusahaan dan negara selaku pemegang saham. Yang jelas hasil privatisasi itu seluruhnya masuk ke perseroan untuk modal kerja dan pengembangan produk. Pemerintah sudah menyetujui bahwa seluruh dana hasil privatisasi ini masuk ke kas perseroan, bukan ke kas negara," kata Irfan.

Terkait jumlah saham saham yang akan dilepas, Irfan menyebutkan akan dilepas sekitar 322.500 lembar saham dengan estimasi nilai nominal Rp1 juta per lembar saham.

Rencananya penggunaan dana dari hasil penjualan saham itu akan digunakan untuk bidang telekomunikasi Rp220 miliar, bidang nontelekomunikasi Rp86 miliar, dan bidang customer product Rp26,5 miliar.

"Keuntungan bagi perusahaan diharapkan privatisasi dapat menambah modal usaha perusahaan, meningkatkan nilai tambah, daya saing dan transparansi serta mempercepat pengembangan kompetensi," katanya.

Bagi negara, kata dia akan mendukung percepatan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya dalam mengurangi kesenjangan digital di Indonesia serta memperbaiki ketahanan teknologi melalui transfer pengetahuan dan teknologi.

Meski demikian, Irfan Setiaputra enggan menyebutkan BUMN dengan bidang sejenis yang akan melakukan pembelian saham PT INTI. Namun disebut-sebut PT Telkom menjadi BUMN yang paling berpeluang mendapatkan saham INTI dengan melalui strategic seles itu.

"Saya belum memastikan siapa yang akan membeli, bisa jadi PLN atau PGN. Pokoknya BUMN dengan bidang sejenis. Kalau memang dengan Telkom atau lainnya yang pasti tidak hanya sebatas didasari ikatan emosional semata, namun harus memiliki manfaat bagi perusahaan dan negara," katanya.

Tags

Komentar

 
x