Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 13:24 WIB

Hemat Anggaran Sektor Energi

Inilah 15 Langkah Hemat Anggaran Negara

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 8 April 2012 | 16:30 WIB
Inilah 15 Langkah Hemat Anggaran Negara
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan negara dari sektor migas yang mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahunnya selalu habis digunakan untuk subsidi energi khususnya harga BBM.

Oleh karena itu agar pendapatan negara tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setidaknya ada 15 langkah yang bisa dilakukan. Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo dalam keterangan tertulis di Jakarta Minggu (8/4/2012).

Ke 15 langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perlu peraturan bahwa Pertamax wajib untuk mobil pribadi 1500 cc ke atas.

2. Perlu peraturan bahwa Premix wajib untuk mobil pribadi di bawah 1500 cc. Premix adalah campuran 50% Premium dan 50% Pertamax dengan harga rata-ratanya. Cara lain adalah mobil pribadi dibawah 1500 cc harus membeli Pertamax dulu sebelum membeli Premium dalam jumlah yang sama di SPBU.

3. Perlu peraturan bahwa Premium hanya untuk Angkutan Umum dan Sepeda Motor.

4. Penghematan untuk bensin sampai di atas 30 % oleh HHO dengan alat seharga Rp. 800 ribu.

5. Penghematan untuk diesel dengan larutan Penghemat BBM SF Turbo 1. Ini bagus untuk transportasi umum dan truk, termasuk truk batubara.

6. Penggunaan tabung LPG 3 kg untuk nelayan melaut perlu disebar luaskan.

7. Transportasi umum mobil ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya supaya masyarakat mau pindah dari menggunakan kendaraan pribadi pada hari-hari kerja ke transportasi umum dan hanya menggunakan pada akhir pekan. Busway di Jakarta memerlukan armada yang jauh lebih banyak.

8. Pemakaian kereta api ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya baik untuk dalam kota maupun antar kota termasuk untuk angkutan barang dan batubara.

9. Converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga keekonomian CNGnya Rp 4.100/l (kalau disubsidi Rp 1000 maka harganya Rp 3100). Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat.

10. Perlunya penghematan pemakaian listrik dengan memakai lampu dan peralatan hemat energi dan mematikannya apabila tidak diperlukan.

11. SPBU dapat digunakan untuk Daughter Station BBG dengan mengijinkannya menjual BBG. Untuk itu hanya dibutuhkan lahan 3m x 6m buat menaruh trailer dan dispenser. Keuntungan dibagi antara Mother (Ibu) dan Daughter (Putri) Stations.

12. Memaksimalkan pemanfaatan batubara, panas bumi, air, bioenergi untuk listrik dengan diatasi kendala-kendalanya. Harap diingat bahwa biaya listrik dari batubara, panasbumi dan air hanya seperempat biaya listrik dari BBM.

13. Pengembangan Kemiri Sunan disana. Kemiri Sunan ini disamping baik untuk penghijauan sehingga mencegah banjir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel yang dapat menjadikan suatu desa disamping asri juga mandiri energi.

14. Memaksimalkan pemanfaatan energi surya, angin, arus laut, mikro hidro untuk daerah-daerah terpencil terutama Indonesia Bagian Timur.

15. Akan lebih banyak uang yang dihemat apabila kita bisa meminimalkan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), mengoptimalkan Penerimaan Pemerintah dan mengefisienkan Pengeluaran Pemerintah.

"Dulu waktu harga BBM Rp 6.000/ l sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Begitu harga BBM Rp 4.500/l maka kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang," kata Widjajono.

Menurut Widjajono, program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Selain itu, program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp 4.500/l (disubsidi). [mel]

Komentar

x