Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 06:48 WIB

Kelistrikan Jawa-Bali&Sumatera Akan Interkoneksi

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 8 April 2012 | 16:00 WIB
Kelistrikan Jawa-Bali&Sumatera Akan Interkoneksi
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkapkan,sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera yang sekarang masih terpisah, direncanakan akan saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi.

Hal itu terlihat dari upaya PLN mengembangkan proyek interkoneksi Sumatera Jawa melalui sistem transmisi kelistrikan yang disebut teknologi Tegangan Tinggi Arus Searah (High Voltage Direct Current/HVDC). Demikian dsampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto pada keterangan tertulis di Jakarta Minggu (8/4/2012).

Bambang mengatakan, pada April 2012 ini, PLN akan mulai menawarkan tender pembangunan proyek interkoneksi Sumatera - Jawa kepada para kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek-proyek kelistrikan. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada 2013 dan ditargetkan beroperasi pada 2017. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera - Jawa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 triliun dan sumber dana pembangunan proyek sebagian besar berasal dari Loan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan dana pendamping dari anggaran PLN.

"Dengan proyek ini maka ke depan akan dimungkinkan untuk menyalurkan energi listrik dari sejumlah pembangkit yang ada di Sumatera Selatan ke Jawa maupun dari pembangkit di Jawa ke Sumatera untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera maupun Jawa-Bali. Sistim interkoneksi yang akan dibangun, dirancang untuk mampu menyalurkan daya sebesar3.000 MW dari Sumatera ke Jawa-Bali maupun sebaliknya," kata Bambang.

Sebelumnya,saat ini juga sedang dirintis pembangunan PLTU Mulut Tambang batubara berkalori rendah dengan kapasitas total 3.000 MW di kawasan pertambangan batubara Sumatera Selatan. Sementara ini, di Jawa juga tengah dibangun pembangkit dalam program Fast Track Program (FTP) 1 serta pembangkit swasta berupa PLTU batubara dengan kapasitas di atas
10.000 MW yang akan memperkuat sistem Jawa. Menurut skala ekonomi, sistem kelistrikan dengan pembangkit dan beban yang makin besar akan lebih efisien.

Oleh karenanya penggabungan sistem kelistrikan di Jawa-Bali dengan kapasitas terpasang lebih dari 30.000 MW dengan sistem kelistrikan Sumatera dengan beban sekitar 5.000 MW akan berakibat pada peningkatan efektifitas penggunaan energi murah dengan skala ekonomi yang lebih efisien. Hal ini juga dimaksud untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Sumatera dan Jawa-Bali yang di masa mendatang akan terus meningkat seiring dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi di kedua pulau tersebut.

"Proyek interkoneksi Sumatera-Jawa ini akan terdiri dari stasiun pengubah listrik AC menjadi DC (stasiun konverter) di Muara Enim dan listrik DC akan diubah kembali menjadi listrik AC (stasiun inverter) di Bogor," ujar Bambang.

Lebih lanjut dirinya mengatakan lingkup proyek transmisi sejauh kurang lebih 700 km itu akan meliputi pekerjaan :
a) Stasiun konverter/inverter di Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) & Kabupaten Bogor (Jawa Barat).
b) Saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 km dari Ketapang (Lampung) - Salira (Banten), yang melintasi Selat Sunda.
c) Saluran transmisi udara 500 kV DC dari Muara Enim (Sumatera Selatan) ke Ketapang (Lampung) dan dari Salira (Banten) ke Bogor (Jawa Barat)
d) Saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke PLTU Mulut Tambang dan dari stasiun inverter Bogor (Jawa Barat) ke Sistem Transmisi 500 kV Jawa - Bali.
e) Saluran transmisi udara 275 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke sistem transmisi 275 kV Sumatera. [mel]

Komentar

x