Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 02:39 WIB

LPS Jajaki Premi Resiko Perbankan

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Senin, 14 Mei 2012 | 15:41 WIB
LPS Jajaki Premi Resiko Perbankan
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mengkaji rencana aturan premi sesuai risiko bagi perbankan, yang ditarget diberlakukan pada 2014 mendatang.

Anggota Dewan Komisioner LPS Firdaus Djaelani mengungkapkan, pihaknya akan mulai melakukan simulasi aturan premi sesuai risiko pada tahun ini. "Memang kita ada perkiraan ingin mempercepat (penerapannya) 2013, paling lambat 2014 awal sudah dijalankan, itu rencana," tuturnya di Jakarta, Senin (14/5/2012),

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah memiliki konsep aturan tersebut. Dalam aturan premi sesuai risiko ini, bank-bank akan dikelompokkan sesuai dengan kategori risiko yang ditanggung.

"Jadi bank akan kita kelompokkan menjadi beberapa kelompok, misalnya 5 kelompok. Tiap kelompok harus bayar premi yang berbeda, dia bisa masuk kategori 1 turun kepada kategori 2. Itu tergantung dari penilaian kita, kan bisa saja mereka bagus, terus jatuh. Tapi jarang bank lompat dari 1 ke 5, paling dari 2 ke 3," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi berapa besar kisaran premi yang harus dibayarkan bank ke LPS, ia mengaku, premi yang ada saat ini adalah yang dijadikan patiokan dasar.

"Tentu patokannya 2 per mil. Tentu kalau bank bagus menang risikonya tentu bayarnya rendah. Tapi ada bank yang bayarnya mahal, lebih mahal bayarnya dari 2 per mil, karena risikonya juga tinggi," ungkapnya.

Hingga kini, industri perbankan RI masih membayar premi yang disama-ratakan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tingkat flat rate premium tersebut tertuang dalam pasal 13 UU LPS. Namun sistem premi tersebut dipandang kurang adil. [rus]

Komentar

Embed Widget
x