Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 04:28 WIB

Warga Perbatasan Kalimantan Beli BBM ke Malaysia

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Selasa, 22 Mei 2012 | 15:44 WIB
Warga Perbatasan Kalimantan Beli BBM ke Malaysia
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Akibat tuntutan tambahan kuota BBM untuk Kalimantan belum terealisasi, terpaksa sejumlah warga di wilayah perbatasan pulau Borneo tersebut membeli BBM dari negara tetangga Malaysia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun INILAH.COM, menyebutkan untuk memenuhi kebutuhannya, para penduduk yang bermukim di wilayah perbatasan Kalimantan tersebut terpaksa membeli BBM dari wilayah Malaysia dengan harga sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per liter.

Kondisi kelangkaan BBM di wilayah perbatasan Kalimantan tersebut diakui oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdy. "Saat ini setidaknya ada lima kecamatan di perbatasan Kalimantan Timur membeli bahan bakar minyak dari Malaysia. Jika lintas batas ditutup oleh Tentara Diraja Malaysia,yah...warga kita tidak bisa membeli BBM," ujarnya, Selasa (22/05/2012).

Adapun lima kecamatan yang mengalami kekurangan BBM tersebut adalah; kecamatan Kerayan, kecamayan Kerayan Selatan, kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir dan Kecamatan Kayan Selatan.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, menurut Farid, secepatnya ada tambahan pasokan BBM bersubsidi ke lima kecamatan yang ada di perbatasan dengan Malaysia. "Permintaan itu telah disampaikan lewat surat resmi oleh kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur juga melalui Surat Gubernur Kaltim," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemda se-Kalimantan telah meminta tambahan kuota BBM subsidi sebesar 2,22 juta kilo liter premium dan 1,23 juta kilo liter solar. Tambahan kuota tersebut akan digunakan untuk memenuhi wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Demikian disampaikan Gubernur Kalsel, Rudi Ariffin pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR terkait tambahan kuota BBM subsidi di 2012 di Gedung DPR Jakarta Senin (21/5/2012). "Dari total tambahan tersebut untuk wilayah Kalimantan Selatan tambahan untuk Premium sebesar 583.593 kl, sementara solar 317.810 kl," kata Rudi Ariffin.

Permintaan disampaikan karena pemerintah pusat membatasi penyaluran BBM di Kalimantan sebagai tindak lanjut dari program penghematan pemerintah. Rudi Ariffin menjelaskan bahwa tambahan kuota BBM subsidi tersebut terpaksa diajukan kepada pemerintah pusat mengingat tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor diwilayah Kalsel yang mencapai 15,5% di 2011 lalu. Selain itu juga peningkatan yang signifikan kebutuhan BBM subsidi bagi nelayan dengan rata-rata 5% per tahun.

"Terkait tambahan kuota tersebut kita sudah kirimi surat kepada DPR RI, Menteri ESDM, Menteri BUMN, BPH Migas dan Pertamina. Ini adalah sesuatu hal yang sangat mendesak makanya kita desak," ujar dia.

Berikut angka tambahan kuota BBM subsidi yang diajukan per wilayah. Kalsel premium 583.593 kl, solar 317.810 kl. Kalteng premium 449.850 kl, solar 275.854 kl. Kalbar premium 510.120 kl, solar 361.255 kl. Kaltim premium 672.009 kl, solar 294.230 kl. Jika ditotal kurang lebih butuh tambahan BBM subsidi sebesar 3,5 juta kl. [rus]

Komentar

x