Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 05:51 WIB

Inilah Kuliah Menkeu Soal Jiwa Entrepeneur

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Sabtu, 26 Mei 2012 | 16:13 WIB
Inilah Kuliah Menkeu Soal Jiwa Entrepeneur
Menteri Keuangan Agus Martowardojo - inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengungkapkan adalah pilihan seseorang untuk menjadi pengusaha adalah salah satu kunci untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik.

"Dalam pemahaman kami seorang entrepeneur itu seorang yang khusus, tidak semua orang bisa menjadi entrepreneur. Karena kata kunci untuk kita ingin melakukan suatu perbaikan secara drastis adalah apakah kita cukup memiliki jiwa kewirausahaan," jelasnya dalam acara National Seminar: Improving Entrepreneurial Ecosystem for Sustainable Business Competitiveness, Sabtu (26/5/2012).

Ia menjelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang untuk menjadi wirausahawan/wati yang baik. Pertama, wirausahawan mempunyai visi yang baik dalam melihat kesempatan di tengah kondisi baik ataupun buruk.

"Selalu bisa mempunyai suatu inovasi untuk melakukan suatu pengelolaan sumber daya, resources itu bisa market resources, human, ekologi," tuturnya.

Selanjutnya adalah seorang wirausahawan/wati harus berani melakukan eksekusi secara cepat namun tepat. "Kalau istilah Pak Ciputra, entrepreneur itu adalah seorang yang mampu untuk mengubah sampah menjadi emas," ungkapnya.

Selain itu, seorang wirausahawan/wati harus cakap dalam mengelola risiko dari eksekusi yang dilakukannya. "Untuk itu harus mempunyai karakter yang kuat," ujarnya.

Dan terakhir adalah harus memiliki sifat pantang mundur dan terus mencoba kendati gagal berulang kali alias mampu bangkit dari keterpurukan, dan berkembang lebih baik dari sebelumnya.

"Kita itu harus jadi climber. Misalnya pengusaha Aceh, terjadi tsunami mengakibatkan keluarga meninggal, harta habis, kita tidak bisa menjadi lemah. Kita harus bangkit, kita harus bergerak hidup lagi untuk melanjutkan usaha dan menjadi lebih baik," paparnya.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa untuk memiliki jiwa wirausaha tidak semudah membalikan kedua telapak tangan alias harus dimulai sejak dini. Saat ini pendidikan wirausaha telah banyak diberikan di institusi-institusi.

"Karena dari kecil sudah dipupuk untuk pahami lingkungan usaha dan dimantangkan membaca pasar bagaimana mennagung risiko dan berbagai hal lainnya," tuturnya.

Menurutnya, wirausaha tidak hanya terbatas pada lingkungan usaha. Namun bisa juga dalam hal sosial dan budaya. Bahkan menurutnya prinsip-prinsip kewirausahaan dapat pula diterapkan dalam pemerintahan.

"Misalnya penjabat yang enterplaner bukan hanya pejabat yang jadi manajer, tetap mereka adalah leader mampu melakukan perubahan. Pandai melihat oportunity dan mengeksekusinya," jelasnya. [hid]

Komentar

x