Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 05:42 WIB

Indonesia Waspadai Impor Hortikultura

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Sabtu, 30 Juni 2012 | 09:41 WIB
Indonesia Waspadai Impor Hortikultura
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Indonesia akan terus melakukan pengawasan terhadap impor hortikultura. Terutama karena kandungan zat kimia dan organisme pengganggu tanaman yang ikut masuk.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh mengaku berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak produk hortikultura impor yang masuk bersama dengan kandungan zat kimia dan organisme pengganggu tanaman.

"Kita sudah melakukan kerjasama pengawasan bersama Badan Karantina untuk melakukan pengawasan terhadap berbagai produk impor yang masuk terutama produk hortikultura. Bila ditemukan indikasi adanya organisme pengganggu tanaman dan kandungan zat kimia lainnya, maka petugas tidak segan-segan menahan dan memusnahkanya," ujar Saleh, di Sanur, Jumat (29/6/2012).

Saleh menyatakan pada 2011 lalu, sudah ada 19 imporir yang terdeteksi memasukan produk hortikultura ke Indonesia yang mengandung organisme pengganggu tanaman melalui Jakarta, Surabaya, Makasar, dan beberapa daerah lainnya.

Jumlah itu baru yang baru berhasil ditangkap petugas. Ia meyakini masih banyak imporir hortikultura lainnya yang tidak sempat terdeteksi oleh petugas yang berhasil masuk ke berbagai pasar di Indonesia.

Produk-produk yang terkena kasus imporir bermasalah tersebut antara lain sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan seperti apel, jeruk dan sebagainya. Selain membahayakan konsumen karena mengandung zat kimia, efek lain yang ditimbulkan antara lain merugikan produsen di Indonesia.

"Di beberapa daerah di Jawa Barat, banyak petani yang gagal panen karena adanya organisme pengganggu tanaman yang tidak pernah ditemukan sebelumnya dan diduga kuat berasal dari hasil impor produk tersebut," ujarnya.

Saleh mengancam jika nanti hasil pemeriksaan terindikasi ada imporir yang nakal dan sengaja memasukan organisme pengganggu tanaman tersebut, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin impornya.

Saleh membocorkan modus imporir dengan sengaja mendatangkan produk menjelang musim panen dan sengaja dilempar ke pasar dengan harga jual yang sangat rendah dengan tujuan produsen Indonesia akan menjual produknya dengan harga yang lebih murah.

Dengan demikian sehingga imporir bisa membeli produk dengan harga yang sangat murah dan nantinya dijualnya dengan harga yang melambung tinggi. [ast]

Komentar

x