Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 20:33 WIB

Cukai Rokok Bakal Terus Naik

Oleh : Mosi Retnanti Fajarwati | Kamis, 5 Juli 2012 | 19:46 WIB
Cukai Rokok Bakal Terus Naik
Foto : Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah masih akan terus menaikkan tarif cukai rokok dengan alasan kepentingan industri terkait tenaga kerja, selain untuk penerimaan negara.

"Rokok itu kan ada tiga aspek, aspek penerimaan, aspek industri atau tenaga kerja, dan aspek kesehatan. Nah itu, kita mau yang mana. Sekarang ini masih di penerimaan dan industri," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono, di DPR, Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Menurutnya, penaikan tersebut juga untuk melindungi kesehatan masyarakat. Pasalnya, hingga kini naiknya harga rokok masih diikuti oleh naiknya konsumsi rokok di masyarakat.

"Berdasarkan pengalaman selalu lebih (kenaikan tarifnya dibandingkan tahun lalu). Karena kita belum mencapai puncaknya untuk tarif. Seharusnya, tarif naik maka pada satu titik tertentu konsumsi rokok menurun. Tapi saat ini tarif naik, tapi konsumsi masih naik," paparnya.

Nantinya, penaikan tarif tersebut akan dihentikan bila konsumsi masyarakat mulai turun. Sehubungan hal tersebut pemerintah akan menerapkan tarif tunggal. "Jadi kita menuju single tarif , jadi nanti rencananya tarif cuma ada SKM, SKT, dan produksi rokok-rokok kecil karena rokok-rokok kecil skala masyarakat, ribuan itu," ungkapnya.

Sedangkan untuk cukai minuman beralkohol (MMEA), tarif cukainya tidak akan terlalu digenjot karena jumlah konsumsinya yang tidak setinggi rokok. "Kalau MMEA kontribusi ke penerimaan relatif sangat kecil, hampir 95% dari cukai hasil tembakau. Pemasalahnnya di pengawasan jangan sampai tidak bayar cukai, tidak higienis. Beberapa waktu lalu ada juga yang kotor, yang kalau diminum tidak hanya mabuk, tapi juga bisa membuat meninggal," paparnya. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x