Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 05:36 WIB

RI Siap Sumbang IMF Maksimal US$1 Miliar

Oleh : Mosi Retnanti Fajarwati | Jumat, 6 Juli 2012 | 20:26 WIB
RI Siap Sumbang IMF Maksimal US$1 Miliar
Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia memberikan sinyal untuk memberi iuran kepada Dana Moneter Internasional (IMF) hingga maksimal US$1 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, Indonesia merupakan bagian dari perekonomian global sehingga wajar bila membantu negara lain, melalui IMF.

"Ini kan masyarakat kita kalau dengar IMF sensitif, minjam marah, dipinjami marah. Padahal kita bagian dari ekonomi global. Jadi kalau luar kena, kita juga kena. Kita cawe-cawe, ikut kerja keras. Kalau tenang-tenang saja nanti kita kena. Yang penting nanti bagaimana pembicaraannya, kita lihat saja nanti," paparnya di Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Los Cabos, Meksiko, negara-negara anggota G-20 sepakat untuk menyelesaikan seluruh komitmen tambahan dana ke-14 IMF yang totalnya mencapai US$430 miliar paling lambat saat pelaksanaan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2012 yang akan digelar pada Oktober di Tokyo, Jepang. Indonesia merupakan salah satu negara anggota G20 yang turut dalam komitmen tersebut. "Sudah sepantasnya negara G20 mendukung," tambah Hatta, menanggapi kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, Agus mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengaji berapa besar dana iuran yang akan diberikan kepada IMF terkait peningkatan modal yang akan digunakan terutama untuk menghadapi krisis."(Besarnya) belum bisa disebutkan, tetapi saya rasa maksimal US$1 miliar," tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Ia melanjutkan, peningkatan modal tersebut nantinya bukan hanya digunakan untuk menyehatkan negara-negara Eropa yang tengah dilanda krisis. Namun juga bisa digunakan untuk negara-negara berkembang.

Terkait kedatangan Managing Director IMF Christine Lagarde, ia mengatakan, tujuannya hanya untuk melihat perkembangan ekonomi Indonesia. "Ini berbeda ketika Lagarde datang dengan Camdessus (managing director IMF sebelumnya). Kita lihat sekarang Indonesia tidak mau berutang, tapi memberikan kontribusi ke perekonomian global. Kita sekarang di atas angin," ungkapnya. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x