Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 12:08 WIB

Berkah di Balik Kenaikan Harga Kedelai

Oleh : Bastaman | Minggu, 29 Juli 2012 | 19:06 WIB
Berkah di Balik Kenaikan Harga Kedelai
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Selalu ada berkah di balik musibah. Gara-gara dilanda kekeringan, pekan lalu harga kedelai di Chicago Board of Trade Amerika sempat naik tajam menjadi US$17.5750 per bushel (sekitar 35,239 liter).

Akibatnya, seperti kita saksikan di media massa, produsen tahu dan tempe di Tanah Air terpaksa menghentikan produksinya karena tak kuat lagi membeli bahan baku kedelai. Namun Jika saat ini para produsen tahu-tempe ketar-ketir oleh merosotnya produksi kedelai AS, tidak demikian halnya dengan produsen minyak kelapa sawit.

Bagi mereka, penurunan produksi kedelai di Negeri Obama itu malah mendatangkan berkah. Pasalnya, dengan melonjaknya harga kedelai, kini ada harapan Amerika Serikat akan kembali mengimpor minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia. "Ada peluang besar," kata Rismansyah Danasaputra, Direktur Tanaman Tahunan, Dijen Perkebunan Kementrian Pertanian.

Seperti diketahui, karena dianggap kurang ramah lingkungan, sejak akhir Januari 2012 Amerika memboikot CPO Indonesia. Memang, jumlah yang diekspor ke Amerika tidak banyak, bahkan boleh dibilang sangat sedikit, sekitar 62 ribu ton per tahun atau hanya sekitar 0,3% dari total ekspor CPO nasional. Namun, dikhawatirkan, langkah AS itu akan diikuti oleh negara-negara lainnya.

Kini, dengan menurunnya produksi kedelai, diharapkan AS kembali membuka pasarnya. Diharapkan, langkah Amerika ini akan diikuti negara-negara Eropa yang sama-sama getol menjegal CPO Indonesia. Kemungkinan ini sangat terbuka. Sebab, selain produksi kedelai menurun, CPO Indonesia juga jauh lebih murah dan efisien jika digunakan sebagai bahan baku biofuel.

Inilah yang membuat harga kontrak CPO untuk pengiriman Oktober menanjak 1,4% menjadi RM2.922 (US$926) per metrik ton di Bursa Berjangka Malaysia, pekan ini. Makanya, saham emiten produsen CPO termasuk salah satu saham yang dikrekomendasikan para analis untuk dikoleksi. "Saham perbankan, otomotif, CPO akan menguat seiring penguatan indeks," ujar Yualdo Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas Indonesia.

Yualdo benar. Saham Astra Agro Lestasi (AALI), misalnya. Pada Jumat kemarin (27/7), saham berkode AALI ini sudah ditransaksikan di harga Rp22.900 atau naik 3,15%. Sementara saham Sampoerna Agro (SGRO) ditransaksikan di level Rp 3.100. Menurut Yualdo, kekeringan di Amerika akan berpengaruh prositif terhadap saham CPO. Musim kering di kawasan Asean juga bakal mengangkat harga CPO. [mdr]

Komentar

x