Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:14 WIB

Inilah Solusi Persoalan Kedelai

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 29 Juli 2012 | 11:32 WIB
Inilah Solusi Persoalan Kedelai
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Minimnya produksi kedelai dalam negeri serta ketergantungan impor kedelai harus disikapi pemerintah dengan serius. Pasalnya swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah pada 2014 bisa saja terancam gagal.

Demikian disampaikan Pengamat Pangan, Bustanul Arifin kepada INILAH di Jakarta Sabtu lalu (28/7/2012).

"Mungkin seperti kedelai butuh benih baru yang cocok dengan lahan setempat. Kemudian petani juga diikutsertakan menangkar benih, sehingga mereka bisa memiliki dan tidak dibodoh-bodohi oleh perusahaan benih," kata Bustanul.

Menurut Bustanul persoalan kedelai tidak bisa diselesaikan secara instan, tapi harus kepada pokok persoalan sesuai dengan kebutuhan. "Kalau hanya transgenik, tapi benih tetap impor juga itu namanya hanya solusi instan saja. Tidak akan memecahkan persoalan yang sebenarnya," tutur Bustanul.

Terkait persoalan kedelai tersebut dirinya menilai, masyarakat atau petani kedelai khususnya sudah merasa gerah, yang diharapkan petani saat ini menurut dia adalah bagaimana janji kiat-kiat pemerintah dalam menuju swasembada pangan.

"Memang sekarang ini kita banyak mengandalkan impor karena memang impor lebih gampang. Tapi mau sampai kapan, kalau kita terus impor. Kapan swasembada pangan bisa tercapai," ucap dia.

Produksi kedelai dalam negeri saat ini mencapai 772 ribu ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,5 juta ton pertahun. Minimnya produksi tersebut membuat negara sangat tergantung dari impor. Minimnya anggaran disektor pertanian yang hanya Rp 18 triliun pertahun dan terbatasnya lahan menjadi kendala utama produksi kedelai dalam negeri.

Komentar

x